oleh

Ini Angka Penjualan Tiket Muba Babel United vs Persekat

SEKAYU – Usai mengalahkan Persikat Tegal tiga gol tanpa balas di Stadion Serasan Sekate, Sekayu, Ahad (25/3), manajemen Muba Babel United FC langsung menyelesaikan kewajiban dengan membayar pajak tiket pertandingan.

Perwakilan manajemen Muba Babel United, Rudy Murod mengatakan, dari hasil penjualan tiket pertandingan kemarin (15/3) tercatat ada 2.743 tiket.

“Dari penjualan tiket tersebut, kami langsung membayar pajak hiburan sebesar 10 persen ke Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah ( BPPRD) Muba,” kata Rudy Murod, Senin (16/3).

Rudy mengungkapkan, cukup kaget dengan tingginya animo masyarakat di Bumi Serasan Sekate yang sangat antusias menyaksikan pertandingan perdana dari tim berjuluk Beruang Musi tersebut.

“Manajemen mengucapkan banyak terima kasih kepada publik sepak bola Muba yang mau menyaksikan langsung dan membeli tiket di stadion. Semuanya keren dan kami juga harus taat pajak,” ungkap dia.

Pria yang juga Direktur Bongen.id ini melanjutkan, dengan hasil positif ini pihaknya berharap pada pertandingan home berikutnya stadion kebanggaan masyarakat Muba ini lebih penuh lagi.

“Kita harus membikin angker markas Muba Babel United dan itu tak lepas dari dukungan pemain ke 12 yakni suporter yang berada di dalam stadion tersebut. Sudah saatnya tim dari Muba berbicara lebih tinggi d sepakbola nasional,” ungkap dia.

Sementara, Pembina Muba Babel United FC Beni Hernedi berharap dengan adanya pertandingan Liga 2 di Kota Sekayu yang masih menyisakan 10 pertandingan home lagi, dapat memberi manfaat bagi meningkatnya daya saing Kota Sekayu khususnya dan Muba umumnya.

“Paling tidak bisa mendorong pendapatan daerah dan memberi ruang ekonomi kreatif kerakyatan. Karena setiap pertandingan akan menciptakan crowd dan sport turism. Orang dari luar daerah Muba bisa jadi akan datang. Ini otomatis menciptakan transaksi ekonomi, pajak dan retribusi bagi PAD,” terang dia.

Wakil Bupati Muba ini menuturkan, sepak bola profesional sebenarnya adalah industri. Sudah banyak kota-kota besar di Indonesia yang lebih dulu maju, sebut saja Bandung, Jakarta, Surabaya, dan kota kota besar lainnya.

“Alhamdulilah, di Sumsel kita jadi yang pertama di luar Palembang. Tentu kita harus menggelorakan terus agar menjadi tuan rumah yang baik,” tutur dia.

Tak lupa, Beni juga menginformasikan, bahwa untuk ertandingan selanjutnya sudah konfirm ditunda hingga menunggu pemberitahuan lebih lanjut dari operator liga dan PSSI pusat,akibat situasi darurat virus corona di Indonesia. (ril/dom)

Komentar

Berita Lainnya