oleh

Ini Cara Paramount School Ajarkan Berbagi

PALEMBANG – Sebagai salah satu cara melatih dan mendidik rasa kepedulian siswanya, Paramount School Palembang menggalang dana bakti sosial. Panti asuhan Azzikri yang belum lama ini terkena musibah kebakaran jadi sasaran penerima donasi dari sekolah yang didiami 500-an murid ini.

Public Relation Paramount School Ali Maksum SPd I mengatakan donasi ini berasal dari wali murid, staf serta karyawan Paramount School yang peduli terhadap musibah kebakaran panti asuhan Azzikri. “Sebelumnya kita sudah menggalang dana selama satu minggu dan Alhamdulillah telah terkumpul Rp8,5 juta,” ujar Ali, Senin (25/2).

Pihaknya mengaku sebelumnya telah mendatangi panti asuhan ini untuk mensurvey kebutuhan yang benar-benar diperlukan. Ia mengatakan, berdasarkan informasi di panti azzikri sudah banyak menerima bahan bantuan berupa sembako dan pakaian. “Sebab itu, mungkin lebih baik kita salurkan dana secara cash,” jelasnya. Sehingga bisa diperuntukan untuk biaya tukang, pembangunan dan lainnya.

Pihaknya menggalang dana tersebut di lingkungan internal sekolah melalui pengumuman via whatsapp.

“Kita juga ada namanya paramount care center (PCC) yang mengatur hal ini,” terangnya. PCC berpusat di front office sebagai tempat untuk mengumpulkan dan menyalurkan donasi.

Ali menjelaskan, Paramount School sudah terbiasa melakukan penggalangan dana. Seperti berbagai bencana besar yang menimpa wilayah Indonesia. “Tujuannya, melatih anak-anak untuk selalu care terhadap sesama,” ungkapnya.

Diakuinya cara ini merupakan pendidikan secara real. Hal ini kontras dengan tagline Paramount School yakni, beyound education inspiring and caring. “Jadi dari tagline itu menginpirasi kita untuk membantu sesama,” tandasnya.

Sebagian dari bantuan paramount juga memberikan sembako dan pakaian layak pakai. “Ini bantuan pertama sebelum kami membuka donasi dalam bentuk uang kepada panti asuhan Azzikri,” ucapnya.

Sementara itu Sekretaris panti asuhan Azzikri, Wiska mengatakan sudah banyak bantuan mengalir baik dari pribadi, instansi dan komunitas. “Bantuan sembako dan pakaian alhamdulillah lebih dari cukup,” katanya. Pihaknya berharap ke depan bantuan dari donatur berupa bahan bangunan. Hal ini diupayakan agar bisa kembali membangun ulang panti asuhannya yang telah terbakar. (cj14)

Komentar

Berita Lainnya