oleh

Ini Cara Pengelola LRT Putus Penyebaran COVID-19

PALEMBANG – Protokol kesehatan ketat dilakukan Kementerian Perhubungan yang mengelola angkutan massa light rail transit (LRT) di Palembang di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Pantauan SUMEKS.CO, Sabtu (24/10), lift yang biasa digunakan bagi penumpang menuju stasiun dibatasi jumlahnya dari 10 menjadi 4 orang. Hal itu terlihat dari tulisan di pintu masuk lift. Setibanya di stasiun lantai 2, petugas langsung mengukur suhu penumpang yang akan naik LRT. Itu pun jaraknya diatur. Satu penumpang dengan lainnya berjarak satu meter. Petugas dengan ramahnya menyapa dan meminta calon penumpang untuk diukur suhu tubuhnya.

Usai diperiksa suhu, penumpang baru diminta menunggu antrean membeli tiket. Itu juga dilakukan dengan jaga jarak. Calon penumpang di belakang tidak boleh berdiri mendekati penumpang di depan.

Himbauan dan anjuran penumpang dan pegawai untuk mengenakan masker terdapat di seluruh stasiun. Khususnya di tempat mengukur suhu tubuh. Tulisan wajib mengenakan masker terdapat di setiap stasiun.

Customer Service LRT Stasiun Asrama Haji, Rika mengatakan bahwa protokol kesehatan ketat diterapkan pengelola sejak pandemi COVID-19 yang melanda Tanah Air pada Maret lalu. Penumpang tidak diperbolehkan berkerumun baik saat naik lift maupun menunggu di ruang tunggu.

“Kita sudah terapkan sejak bulan Maret pak,” kata Rika kepada SUMEKS.CO.

Pandemi COVID-19 saat ini, tambah Rika, tidak berpengaruh pada minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi massal tersebut. Setiap hari selalu ramai penumpang. Di akhir pekan, biasanya penumpang yang naik LRT berasal dari luar kota atau provinsi lain.

“Alhamdulillah selalu ramai,” ujarnya.

Bagaimana dengan penumpang di dalam gerbong? Dia menuturkan bahwa penumpang di dalam gerbong juga diatur jaraknya. Tidak semua kursi boleh diisi dan dibuat garis silang sebagai tanda larangan duduk.

“Penumpang banyak yang berdiri,” tukasnya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya