oleh

Ini Cara Polri Sosialisasi

PALEMBANG – Kepercayaan publik terhadap Polri makin tinggi. Tahun 2019 ini, Korps Bhayangkara yang dipimpin Jenderal Pol HM Tito Karnavian, masuk 3 teratas sebagai institusi yang paling dipercaya publik.

Tak heran, minat untuk masuk menjadi anggota korp yang berdiri sejak 1 Juli 1946 pun semakin tinggi pula. Dari tahun ke tahun, jumlah peserta yang mendaftar penerimaan Polri, makin bertambah.

“Tahun 2019 ini, ada 4.116 orang yang daftar. Jumlahnya meningkat lebih dari 20 persen dibanding tahun 2018 lalu,” kata Karo Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Sumsel, Kombes Pol Antony Agustinus didampingi Kasubbag Diapers Bagdalpers RO SDM, Kompol Agung Adhitya Prananta di Mapolda Sumsel, Senin (12/8).

Di Polda Sumsel sendiri, meski Jumat (2/8) lalu baru saja menggelar sidang terbuka kelulusan Bintara Polri tahun anggaran (TA) 2019, tapi sosialisasi untuk penerimaan Polri TA 2020, sudah mulai dilakukan.

Pamen berpangkat tiga melati menegaskan, sosialisasi dilaksanakan lebih cepat dikarenakan untuk meningkatkan minat masyarakat. Jadi, calon perserta memiliki persiapan dan kesiapan baik fisik, mental maupun pengetahuan.

“Untuk kepastian jadwal penerimaan anggota Polri TA 2020, masih menunggu pemberitahuan dari Mabes Polri,” sambung alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 ini.

Nah, sosialisasi yang dilakukan Polda Sumsel, beragam. Diantaranya Gowes Bersama di jalan-jalan protokol. Seperti Jl Jenderal Sudirman, Jl Veteran, hingga ke Jakabaring. Para personelnya menggunakan seragam yang bertuliskan jargon-jargon sosialisasi penerimaan Polri. Sekaligus juga lebih mengenalkan tugas-tugas Polri.

Adapun beberapa jargon sosialisasi seperti, “Polisi Bukan Hanya Profesi tetapi Pengabdian”. Ada juga jargon “Masuk Polisi, No Dekeng & No Duit”. Juga ada jargon “Masuk Polisi karena Prestasi”. Serta jargon “Dak Usah Percayo Janji Manis Calo”.

“Kami juga menampilkan Perwira Remaja Akpol lulusan 2019 dan Bintara Remaja Bakomsus lulusan 2018 Polda Sumsel,”sambungnya.

Dia menegaskan, penerimaan Polri tetap Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Serta Clean and Clear. Tak heran, yang mendaftar berasal dari semua kalangan. Termasuk dari kalangan petani, buruh, maupun swasta. Jadi, tidak selalu dari kalangan keluarga Polri dan TNI saja.

“Berilah keyakinan dan semangat pada putra dan putrinya untuk masuk Polri. Kami tegaskan, masuk Polri tidak dipungut biaya sepeser pun. Bisa dibuktikan,” pungkasnya. (vis)

Komentar

Berita Lainnya