oleh

Ini Cara Relawan Perangi Hoaks

GARUT – Pilpres 17 April nanti terasa istimewa dari Pilpres sebelumnya. Ini karena menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al Halim, Tarogong Garut, KH Raden Ali Muhyiddin, Pilpres 2019 bukan sekadar pertarungan politik. Menurutnya, Pilpres kali ini sudah taruhan ideologi.

Menurutnya, pada Pilpres kali ini melibatkan kelompok yang hendak merongrong NKRI. Kelompok itu terang-terangan mendukung salah satu calon presiden dan wakil presiden yang mana. “Sudah jelas juga di mana kelompok pendukung khilafah yang ingin mengubah dasar ini dengan cara apapun. Karena itu, Nahdliyyin diminta bergerak agar negeri ini tidak dikuasai oleh mereka,” tukasnya.

Perintah dari Kyai Ali pun disambut antusias GP Ansor Kabupaten Garut. Menurut Ketua GP Ansor Garut, R Muhammad Abdullah Badar, pihaknya akan mempersolid gerakan untuk memenangkan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (KMA). “Kami sudah tahu mana yang harus kita menangkan. GP Ansor pusat jug sudah mengintruksikan anggota bergerak,” ujarnya dalam Halaqoh GP Ansor bersama Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin, putera dari Ma’ruf Amin.

Ahmad Syauqi Ma’ruf Amin yang merupakan Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA mengapresiasi kaum muda Nahdliyin dan GP Ansor Pasundan yang sudah membulatkan tekad memenangkan paslon 01. Pria yang karib disapa Gus Oqi ini juga berharap GP Ansor tidak ragu menjelaskan ke masyarakat bahwa paslon 01, kombinasi pimpinan yang ideal.

“Meski itu tidak mudah, tapi kami yakin Banser bisa melakukan itu,” tuturnya.

Gus Oqi meyakini, mayoritas masyarakat Indonesia menginginkan paslon 01 yang terpilih. Hanya saya, masih banyak yang terpengaruh dengan isu isu hoaks yang terus menerus diluncurkan paslon 02. “Misalnya, Pak Jokowi dibilang keturunan PKI. Abah akan diganti dengan Ahok kalau terpilih nanti. Itu semua hoax. Pergantian wakil presiden tidak gampang. Terlebih yang menggantikan Ahok,” tandasnya. “Makanya, kita punya teori. Hoaks harus kita lawan dengan fakta. Kebenaran harus kita sampaikan dengan cara yang benar agar masyarakat bisa muda mencerna fakta,” pungkasnya.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya