oleh

Ini Dampak Jalan Longsor di Lahat

-Sumsel-1.422 views

PAGARALAM – Pengalihan rute angkutan Pagaralam-Lahat lewat jalan alternatif Gumay diberlakukan sejak Sabtu lalu (2/2). Imbasnya pengusaha ekspedisi sayur mesti mengurangi muatan sayur. Sementara pengusaha angkutan umum orang menaikkan tarif.

Pengalihan rute ke jalan alternatif itu sendiri dikarenakan jalan utama Pagaralam-Lahat di Desa Jati, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Lahat putus pada Sabtu (2/2) dini hari. Badan jalan amblas sedalam kurang lebih 20 meter.

Robert, ketua ekspedisi truk sayur Pagaralam mengatakan, pihaknya terpaksa mengurangi muatan sayur yang akan diangkut ke Pasar Jakabaring, Palembang. Ini dilakukan sejak rute dialihkan ke jalan alternatif Gumay.

“Kami tetap dibolehkan lewat (jalan Gumay) tapi muatan truk dikurangi. Dari normalnya 8 ton menjadi 4 ton per truk,” kata Robert, saat ditemui di gudang sayur di samping Terminal Nendagung, Ahad (3/2).

Menurut Robert, pengurangan muatan itu merupakan permintaan dari aparat kepolisian Lahat. Alasannya karena jalan Gumay hanya boleh dilalui angkutan yang muatannya ringan-ringan saja.

“Awalnya kami dilarang lewat, tapi setelah kami jelaskan bahwa pengiriman sayuran ini tak bisa ditunda, akhirnya dibolehkan juga lewat. Tapi ya itu tadi, tidak boleh banyak,” imbuhnya.

Pengurangan muatan itu dikatakan Robert, membuat pihaknya terpaksa menolak permintaan agen dan petani untuk mengirimkan sayurnya. Akibatnya, banyak sayuran dari petani yang tak bisa diangkut. Hitung-hitungan Robert, sejak Sabtu sampai hari ini (3/2), ada sekitar 20 ton sayur dari Pagaralam yang tak bisa diangkut ke Pagaralam.

“Tadi ada petani yang nangis mintak supaya sayurnya dikirim ke Palembang. Tapi, kami tidak bisa menerima,”tuturnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya