oleh

Ini Istilah Anggota DPRD Muara Enim Minta Uang Proyek

PALEMBANG – Pengadilan Tipikor Palembang kembali menggelar sidang lanjutan perkara dugaan suap fee 16 paket proyek yang berasal dari dana aspirasi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2019 yang menjerat mantan ketua DPRD Aries HB dan mantan Kadis PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi.

Dalam agenda sidang kali ini, enam saksi terakhir dihadirkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Selasa (1/12) dihadapan majelis hakim Tipikor Palembang diketuai Erma Suharti SH MH.

Keenam saksi yang dihadirkan yakni Fitriansah, Ishak Juharsah, Mardiansyah, dan Marsito. Keempatnya anggota DPRD Muara Enim periode 2019-2024. Sementara dua saksi lainnya Irul dan Eksa Hariawan merupakan mantan anggota DPRD periode 2014-2019 yang menyangkal turut serta menerima sejumlah uang.

Dari keterangan salah satu saksi yakni Eksa Heriawan membenarkan akan dijanjikan uang ketok palu dari terdakwa Ramlan Suryadi yang pernah menjanjikan kepada dirinya akan adanya uang ketok palu atau uang dana dari aspirasi dari dinas PUPR kepada anggota DPRD kabupaten Muara Enim.

“Ya benar pak, seingat saya pernah Pak Ramlan bilang ke saya dengan menjanjikan akan ada uang ketok palu DPRD tahun 2019, namun tidak menyebutkan besaran nominalnya berapa pak dan itu tidak saya terima uangnya,” kata Eksa.

Saksi Eksa menambahkan bahwa setelah ditagih janji pemberian uang ketuk palu kepada Plt Kadis PUPR Ramlan Suryadi. Saat itu terdakwa Ramlan menyuruh saksi Eksa untuk menghubungi terpidana Elvin MZ Muchtar selaku Kabid PUPR.

“Saya tagih janji Pak Ramlan itu, namun disuruh untuk menghubungi Pak Alvin namun beberapa kali dihubungi nomor Pak Alvin tidak aktif,” ujarnya.

Sementara keterangan satu saksi lainnya bernama Fitriansyah terkait uang ketuk palu tersebut juga mengakui sudah mengetahui hal itu, dirinya pernah menghubungi terdakwa Ramlan Suryadi menagih uang sebagaimana yang dijanjikan dengan menyebut uang itu dengan istilah memehing karena satu dari usulan proyeknya disetujui.

“Istilah memehing itu adalah obat sakit kepala pak kepada Ramlan, ya maksudnya menagih uang dana dari yang dijanjikan itu pak,” sebut saksi Fitriansyah.

Sementara itu, Rikhi BM SH MH, ketua Tim JPU KPK saat diwawancarai SUMEKS.CO disela skorsing sidang terhadap sejumlah saksi yang dihadirkan yang menyangkal tidak menerima sejumlah uang merupakan hak dari saksi. Namun apabila ditemukan bukti maka tidak menutup kemungkinan akan turut juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Itu hak saksi yang menyangkal, tunggu pembuktian saja nanti, apabila ditemukan bukti bisa saja kita naikkan statusnya menjadi tersangka, namun saat ini kita masih berfokus pada pembuktian terhadap dua terdakwa ini terlebih dahulu,” tukasnya.

Sebagai informasi, JPU KPK telah menghadirkan puluhan saksi guna mengungkap fakta terhadap dua terdakwa yang merupakan kasus lanjutan mantan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, Kabid PUPR Elvin MZ Muchtar, serta Kontraktor Proyek yang melakukan suap Robby Okta Fahlevi yang telah divonis pidana penjara oleh majelis hakim Tipikor Palembang beberapa waktu lalu.

Dalam sesi sidang kali ini JPU KPK menghadirkan saksi yang terakhir, direncanakan untuk agenda sidang selanjutnya akan mengahadirkan beberapa saksi dari pihak penasihat hukum masing-masing terdakwa. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya