oleh

Ini Kendala Napi Gunakan Hak Pilih

JAKARTA – Narapidana yang menghuni Lembaga Pemasyarakatan (lapas) atau Rumah Tahanan (rutan) diharapkan bisa menyalurkan hak pilihnya. Kendala yang dihadapi saat ini banyak narapidana yang belum melakukan rekam e-KTP. Sementara e-KTP adalah syarat menyalurkan hak pilih.

“Sekarang terus dilakukan rekam cetak kemudian masih koordinasi terus dengan dukcapil supaya jumlah (napi) yang ada kecuali yang hak pilihnya dicabut bisa didata,” ungkap Dirjen Pas Kemenkumham Sri Puguh Utami, Senin (8/4) di Gedung KPU, Jakarta.

Dari Ditjen PAS, kata Sri berupa untuk mendapatkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi napi yang belum rekam e-KTP. Ia mengakui untuk mendapatkan NIK-nya ternyata tidak mudah. Ada narapidana yang tempat tinggalnya di daerah asalnya cukup jauh.

“Karena memang lokasi (alamat napi) jauh, kan harus ada surat keterangan (suket) dari RT dan RW. Nah ketika harus ada suket itu, kalau dulu kan cukup pake suket dari kalapas, sudah selesai,” ujarnya. (ran)

Komentar

Berita Lainnya