oleh

Ini Luas Lahan Terbakar di Muratara

RUPIT – Hingga saat ini setidaknya ada 4.000 hektare lahan dan hutan di wilayah Kabupaten Muratara yang terbakar di 2019. Pemkab mengklaim 99 persen lahan terbakar di Muratara, akibat ulah oknum tidak bertanggung jawab. Sedangkan satu persen lagi diakibatkan oleh bencana alam.

UPTD KPH wilayah XIV Rawas‎, Herman mengatakan peningkatan titik hotspot di 2019 cenderung lebih tinggi  ketimbang tahun sebelumnya di wilayah Muratara. Karena dalam satu hari titik api di Muratara, bisa mencapai 155 hotspot.

“Memang lebih cendrung meningkat di 2019, luasan lahan dan hutan yang terbakar sampai saat ini mencapai sekitar 4.000 hektare. Hari ini kita lakukan antisipasi bersama untuk persiapan rencana pengolahan hutan jangka panjang (RPHJP),” kata Herman saat menjadi pemateri Sosialisasi Kebijakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Muratara, Selasa (8/10).

Dia mengungkapkan, dengan luasnya lahan dan hutan yang terbakar di Muratara, tentunya akan ada dampak negatif yang ditimbulkan dari insident itu. Seperti bencana kabut asap, matinya ekosistem di hutan, serta dampak kesehatan bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami hanya melakukan pengawasan hutan lindung dan hutan produksi. Untuk antisipasi dampak negatif dari Karhutla diperlukan koordinasi bersama agar bisa terlaksana,” bebernya.

Dia menginformasikan, di wilayah Muratara ada perusahaan yang disegel langsung pihak kementerian. Kondisi terjadi karena perusahaan dianggap tidak mendukung pencegahan karhutla di lahan perkebunan mereka‎.

“Saat ini kasus itu tengah bergulir di APH, informasinya langsung petugas dari kementerian yang menyegel di PT Dandy Marker kemarin. Mungkin di sana terpantau titik hotspot muncul berkali-kali di lokasi yang sama,” bebernya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya