oleh

Ini Pemenang Jetrada

INDRALAYA – Ajang Jejak Tradisi Daerah (Jetrada) 2019 dengan tuan rumah Kabupaten Ogan Ilir (OI) Sumsel berlangsung di Desa Tanjung Daya, Kecamatan Tanjung Batu. Acara dimulai 3-6 Juli ini diikuti 3 provinsi,  yakni Sumsel, Bengkulu, dan Sumbar.

Para pemenang 8 besar yang berhak mengikuti Jetrada menuju Jejak Tradisi Nasional (Jetranas) pada 4 hingga 9 Agustus 2019 di Bali mendatang, yang akan diikuti 11 BPNB, adalah Supran Amar (SMAN I Indralaya Selatan) Sumsel; Diva Augusti Edel (SMAN I Sijunjung) Sumbar; Selina Niria De Dazza (SMAN 4 Lahat) Sumsel; dan Anisa Lestari dari SMAN I Pagaralam, Sumsel.

Kemudian, Ayunni Niza Syafifah dari SMAN 1 Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu; Adytya Saputra (SMAN 1 Tanjung Batu) Sumsel; Feni Putri Anjani (SMAN 1 Rejang Lebong) Provinsi Bengkulu; dan Rahmat Kurnia SMKN 7 Padang Sumbar.

Ketua Panitia Pelaksana Jetrada dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumbar Hasanadi SS didampingi Kabid Kebudayaan Disdikbud OI Zulkarnain SPd mengatakan, Jetrada yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kegiatan unggulan BPNB Provinsi Sumbar. Dimana pelaksanaan Jetrada kali ini dilaksanakan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) tepatnya di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu, bekerja sama BPNB Sumbar Kemendikbud RI, dengan Disdikbud OI .

“Peserta dari 3 provinsi tersebut sebanyak 50 orang yang berasal dari siswa SLTA sederajat, Sumsel dan Sumbar masing-masing mengutus 3 sekolah, sedangkan Bengkulu 6 sekolah,”kata Hasanadi SS

Menurut Hasanadi, kegiatan Jetrada ini meliputi, observasi lapangan ke sentra kerajinan tradisional OI, penampilan kesenian tradisional, presentasi laporan hasil observasi dan seleksi peserta terbaik .

Selain itu lanjut Hasanadi, kegiatan yang dibuka oleh Kadisdikbud Pemkab OI DR Arianto Mpd ini , digelar juga seminar dengan pembicara Kabid Kebudayaan Disdibud  OI Zulkarnain Spd, Kepala BPNB
Sumbar Drs Suarman.

“Kami sengaja melaksanakan Jetrada di Desa Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Batu Ogan Ilir, karena di wilayah ini banyak sekali kerajinan tradisional, mulai dari rumah bongkar pasang, pandai besi, kerajinan songket , anyam tikar dan makanan tradisional seperti pindang. Karena pelaksanaan di Desa, maka peserta diinapkan di rumah-rumah penduduk,” tuturnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya