oleh

Ini Progres Pembangunan KEK TAA

PALEMBANG – Pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) oleh PT Tri Patria Abadi mengalami kemajuan signifikan. Hanya dalam hitungan lima bulan lebih, sudah banyak yang berhasil diwujudkan.
Salah satunya, jalan terusan dari ujung jalan aspal yang ada saat ini ke bibir pantai.

“Panjangnya sekitar 12 km. Meski tanah tapi sudah sirtu,” kata Area Manager Sumatera PT Tri Patria Abadi, Harry Nugraha, kemarin (2/9).

Tak hanya itu di sana (pelabuhan TAA) juga sudah dibangun dua helipad (landasan untuk pendaratan helikopter) ukuran 30×30 meter. Kemudian, telah berdiri container office, sebagai kantor sementara di areal tersebut. Pihaknya juga telah membangun pelabuhan kecil, enam jembatan sementara dan lapangan untuk upacara. Areal untuk acara groundbreaking juga sudah disiapkan.

“Jadi tinggal tunggu jadwal Pak Presiden saja untuk pelaksanaan groudbreaking KEK TAA ini. Kalau persiapan dari kita sudah siap,” imbuhnya.

Semula, direncanakan untuk groundbreaking bulan lalu (Agustus). Namun, karena tinjauan ke jalan tol Pematang Panggang-Kayuagung (PPKA) tidak jadi, maka acara di KEK TAA pun ditunda. Informasi terakhir, Presiden Joko Widodo akan melakukan groundbreaking KEK TAA sekalian dengan acara peresmian tol PPKA akhir September ini.

Untuk lahan seluas 2.170 hektare juga sudah disiapkan. Ini di luar lahan seluas 67 hektare yang sudah dibebaskan Pemprov Sumsel. “Kita tinggal tunggu selesai revisi RTRW kabupaten Banyuasin yang sekarang sudah di kementerian. Begitu itu beres, bisa langsung bergerak cepat,” jelas Harry.

Nantinya, pengembangan KEK TAA menggunakan konsep penggabungan, antara lahan PT Tri Patria dengan lahan milik Pemprov Sumsel. “Nama KEK-nya tetap KEK TAA,” tambahnya.

Beberapa hari lalu, KEK TAA sudah dikunjungi tim dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI. Juga beberapa tenant. “Dan mereka terkejut, tak menyangka kalau progres di lapangan sudah begitu banyak kemajuan,” imbuh Harry.

Untuk sementara, ada 15 perusahaan yang berminat untuk gabung di KEK TAA. Sarana dan prasarana pendukung menuju KEK tersebut, nantinya akan ada jalan tol Palembang-TAA dan pembangunan rel kereta api (KA).
KEK TAA sendiri nantinya akan dilengkapi pelabuhan laut yang luasnya sekitar 200 hektare. Yakni panjang 4.000 meter dan lebar 500 meter. Kedalaman di sisi dermaga ini nantinya bisa mencapai 16 meter. Mampu disandari kapal-kapal bertonase besar.

Diketahui, fisik KEK mulai dikerjakan pada pertengahan Maret 2019 lalu. Ketika itu, PT Tri Patria mulai memasukkan tiga alat berat jenis eskavator produksi Pindad, tipe PC 200. Kemudian, secara bertahap terus didatangkan alat-alat berat untuk mempercepat pengerjaan.

“Kalau untuk para pekerja, kita ambil warga sekitar kawasan. Jadi, secara tidak langsung kita telah buka lapangan kerja untuk warga lokal,” tuturnya. Lahan KEK TAA milik PT Tri Patria seluas 2.170 hektar difokuskan untuk tempat industri dan bisnis. Sedangkan 67 hektare lahan pemprov untuk dibangun berbagai fasilitas pendukung. (ril/tha)

Komentar

Berita Lainnya