oleh

Ini Respons Dewan Pers Terkait Kasus Ujaran Kebencian Edy Mulyadi 

SUMEKS.CO, JAKARTA – Dewan Pers (DP) belum bisa memastikan ucapan Edy Mulyadi soal tempat jin buang untuk menggambarkan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dalam rangka melaksanakan tugas jurnalistik.

“Kami harus memeriksa kasus ini untuk dapat memastikan apakah pernyataan Saudara Edy Mulyadi dilakukan dalam konteks kerja jurnalistik,” kata Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers DP Arif Zulkifli melalui layanan pesan, Senin (31/1).

Baca juga:
Ini 18 Nama Calon Anggota Dewan Pers, Masyarakat Silakan Beri Masukkan, Begini Caranya

Dirinya menyebut, Dewan Pers tidak bisa bekerja tanpa adanya pengaduan. Lembaganya pun baru bisa meneliti ucapan Edy masuk dalam ranah kerja jurnalistik atau tidak ketika ada laporan.

“Kami mempersilakan yang bersangkutan untuk berkirim surat,” ujar Arif.

Sebelumnya diketahui, Edy Mulyadi berharap kasus ujaran kebencian terkait lokasi IKN Nusantara sebagai tempat jin buang anak bisa diselesaikan melalui mekanisme UU Pers.

Herman Kadir, pengacara Edy Mulyadi, mengaku akan mengirim surat ke Dewan Pers menyusul pernyataan kliennya yang dianggap produk jurnalistik.

Herman mengatakan kliennya saat menyampaikan pendapat tentang tempat jin buang anak, dalam kapasitas sebagai jurnalis.

“Pak Edy, kan, waktu bicara, kan, sebagai wartawan, wartawan senior diminta oleh panitia itu,” beber Herman pada Minggu (30/1). (ast/fat/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya