oleh

Ini Solusi Banjir di Seberang Graha Pena

PALEMBANG – Banjir yang menggenang di Jl Kolonel H Barlian Km 6,5 tepatnya di seberang Graha Pena (kantor Sumeks Grup) akan diatasi Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumsel dengan melakukan normalisasi kolam retensi yang ada di Taman Wisata Alam Punti Kayu.

Sudah hampir sepekan ini  empat buah ekskavator dikerahkan untuk menebangi pepohonan dan memperdalam kolam retensi yang selama ini kurang dalam.

Pantauan SUMEKS.CO, Jumat (8/11), empat unit ekskavator dioperasikan dengan berbagi tugas. Dua unit menebangi dan merobohkan pepohonan dan dua unit lainnya mengeruk kolam retensi. Sampai hari ini (8/11), kolam retensi sudah dilebarkan mencapai 30X50 meter. Operator ekskavator sudah beroperasi pada pukul 07.00 WIB setiap harinya.

Kepala Dinas PSDA Sumsel Ir Darma Budhi mengatakan pekerjaan normalisasi kolam retensi di kawasan tersebut sudah dimulai sejak satu pekan lalu. Sebenarnya, untuk kontrak pekerjaan sudah lama dilakukan. Hanya saja, lantaran izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan selaku penguasa lahan belum keluar, pihaknya belum bisa memulai pekerjaan normalisasi yang memakan anggaran sebesar Rp1,9 miliar tersebut.

“Baru mulai minggu ini. Sebab izinnya juga baru keluar. Jadi kita langsung kerja cepat. Apalagi hujan dengan intensitas tinggi sudah mulai sering turun,” kata Budhi.

Budhi menjelaskan, normalisasi kolam retensi tersebut bukan termasuk dari rencana pembangunan kolam retensi baru yang diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS). Kolam retensi baru tersebut saat ini masih terkendala pembebasan lahan.

“Kalau yang baru itu lokasinya ada di Mandi Api. Tapi, sampai sekarang kami masih kesulitan membebaskan lahannya. Sebab, lahan yang dibutuhkan sekitar 6 hektare,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBWSS Wilayah VIII, Ir Birendrajana, mengatakan, untuk pembangunan kolam retensi baru di Jl Kolonel H Barlian yang diajukan ke Kementerian PUPR saat ini masih terkendala pembebasan lahan. “Kami masih menunggu pembebasan lahannya. Kalau sudah, pekerjaan pembangunan baru bisa dimulai. Tapi, untuk kolam retensi baru ini sepertinya tidak bisa dimulai tahun ini ataupun di tahun anggaran 2020 mendatang,” terangnya.

Biren mengatakan pengendalian banjir di Kota Palembang dilakukan dengan membuat kolam retensi baru di titik rawan banjir. Seperti kolam retensi Sungai Bendung. Ia mengatakan proses pembangunan konstruksi kolam retensi di kawasan tersebut saat ini sudah rampung dikerjakan. Termasuk juga pemasangan pompa yang akan mengatur debit air keluar masuk. “Sekarang kami sedang melakukan comissioning pompa. Kalau ini sudah selesai, tahun depan bisa dioperasikan,” pungkasnya seraya mengatakan pembangunan kolam retensi Sungai Bendung menelan anggaran sebesar Rp230 miliar.

Wak Siti, salah satu warga Jl Sukamaju mengaku senang dengan dibangunnya kolam retensi di Taman Wisata Alam Punti Kayu. Dirinya dan beberapa keluarga lainnya di Jl Sukamaju selalu kebanjiran saat hujan deras. “Mudah-mudahan kolam retensi bisa mengatasi banjir di depan Sumeks (Graha Pena),” tukasnya. (kos/dom/ce1)

Komentar

Berita Lainnya