oleh

Ini Target Penjualan KTB

-Ekbis-93 views

JAKARTA – Pertumbuhan pasar kendaraan komersial tahun lalu diprediksi bakal berlanjut pada tahun ini. Pertumbuhannya hingga 20 persen. Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) menargetkan pasar kendaraan niaga naik 5-10 persen atau 122.200 unit-128.100 dibanding 2018. Semua kategori diprediksi naik, baik segmen light duty truck (LDT), medium duty truck (MDT) dan heavy duty truck (HDT).

Dari ketiga kategori tersebut, MDT yang memiliki tren pertumbuhan positif. MDT diprediksi bakal tumbuh 10-15 persen diangka 33 ribu unit-34.600 unit. Sedangkan LDT diprediksi tumbuh 3-8 persen atau 80 ribu unit-83.900 dan HDT 5-10 persen diangka 9.200 unit-9.600 unit. “Dengan prediksi pertumbuhan pasar ini, kami menargetkan bisa mencapai penjualan 55 ribu unit atau dengan market share absolut 45 persen. Ini merupakan target penjualan tertinggi di segmen kendaraan niaga,” ujar Atsushi Kurita, President Director KTB saat media gathering, kemarin.

Pertumbuhan pasar tersebut melihat capaian 2018, dimana Mitsubishi Fuso memimpin pasar dengan market share 43,9 persen dan menjual 51.132 unit. Penjualan tersebut tumbuh 20,8 persen dibanding 2017. Rinciannya, Colt Diesel (segmen LDT) berkontribusi 45.257 unit (market share 58,1 persen), segmen MDT meningkat signifikan hingga 41,8 persen dengan 5.811 unit dan HDT 64 unit disumbang Tractor Head.

“Untuk segmen MDT, kami telah mengenalkan 9 varian Fighter dan kembali akan ditambah tahun ini. Produk eksisting Fuso dan Colt Diesel juga akan disempurnakan,” ungkapnya. Rencananya akan ada tambahan 7 varian Fighter sehingga menjadi 16 model. Ia menambahkan, pasar Indonesia menjadi salah satu yang terpenting secara global. Catatan penjualan 2018 lalu menjadikan Indonesia sebagai kontributor terbesar di Asia mengalahkan Jepang dan Taiwan. “Secara Daimler Group, pasar Fuso di Indonesia terbesar ketiga dunia,” jelasnya.

Duljatmono, Sales and Marketing Director KTB menambahkan, optimis Fighter dapat memperkuat pasar KTB di segmen MDT. “Fighter ini bagian dari upaya kami memperkuat dan memperkokoh (bisnis), tahun lalu market share-nya sudah 19,2 persen. Tahun ini kami mengincar semua sektor, 2018 lalu kontribusi berasal dari infrastruktur, komoditi CPO dan dorongan dari pertambangan serta logistik dan ekspedisi angkutan dari consumer goods pertumbuhannya paling besar. Januari-Februari ini indikasinya masih sama dengan 2018, logistik tumbuh signifikan,” imbuhnya.(dod/rei)

Komentar

Berita Lainnya