oleh

Ini Tugas Kyai Menurut Cawapres

CIREBON – KH Ma’ruf Amin (KMA) ingatkan tugas kyai tidak hanya di pondok pesantren (ponpes) saja. Lebih dari itu, para kyai juga membimbing masyarakat menjaga keutuhan NKRI. Seruan itu dilakukan saat bersilaturrahmi ke beberapa ponpes di Jawa Barat.

“Tugas kiai bukan hanya di Pondok Pesantren saja, tapi lebih luas lagi yaitu kewajiban membimbing masyarakat dan umat serta menjaga keutuhan bangsa,” kata KH. Ma’ruf Amin berpesan.

Silaturahmi ke ponpes di Jawa Barat dilakukan ke Pondok Pesantren Khas Kempek, Cirebon, asuhan KH Mustafa Aqil Siradj, kemudian melanjutkan agenda berikutnya ke Pondok pesantren Buntet, Cirebon. Setibanya di lokasi, KH Ma’ruf Amin dan rombongan disambut Kiai Hasanuddin Kriyani, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Islam Buntet (YLPI) dan KH Adib Rafi’uddin, Ketua Umum YLPI.

Tidak seperti pertemuan di tempat sebelumnya, di Ponpes Buntet, Kiai Ma’ruf berdialog dengan pimpinan secara tertutup. Dari pantauan sailacitra.com, pertemuan hanya berlangsung 20 menit saja.

Sementara itu pengasuh Ponpes Kempek, Cirebon, KH. Mustofa Aqil Siradj, meyakini kiai Ma’ruf Amin bakal terpilih sebagai wapres mendampingi presiden Jokowi. Kyai Mustofa juga mengungkapkan, mantan Rais ‘Aam PBNU itu tidak pernah meminta jabatan cawapres. Pernyataan ini sekaligus membantah kabar miring yang selama ini berkembang di masyarakat, kalau Kyai Ma’ruf dan NU meminta jabatan pada Jokowi.

“KH Mar’uf Amin menjadi cawapres adalah kehendak Allah, beliau tanpa meminta, tanpa mengajak, tanpa membisik, Allah yang memgangkat beliau menjadi cawapres, Insya Allah atas kehendak Allah juga beliau akan menjadi wapresnya Jokowi,” kata KH. Mustafa Aqil Siradj di Ponpes Khas Kempek, Cirebon, Senin (25/2).

Dalam sambutannya juga KH. Mustafa menyinggung peran besar Presiden Jokowi pada ulama, santri, dan warga pesantren. Menurut beliau, selama pemerintahannya, Jokowi sudah memberikan yang terbaik bagi ulama dan pesantren. Dan itu diwujudkan dalam bentuk pengesahan Hari Santri Nasional.
“Kalau bukan karena beliau tidak akan ada Hari Santri Nasional, terima kasih (kepada Jokowi),” kata KH. Mustafa Aqil Siradj.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya