oleh

Ini yang Benar Ejaan Siguntang

PALEMBANG – Harian Sumatera Ekspres menjadi tuan rumah Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Forum Pariwisata dan Kebudayaan Daerah (Forwida) Sumsel, Rabu (30/10). Diskusi kali ini mengambil tema Konservasi dan Revitalisasi Bukit Seguntang Mahameru.

Beberapa narasumber menjadi pembicara dalam diskusi. Seperti Dr Diah Pratiwi, Dr Syafruddin, dan mantan Kadis Pariwisata Sumsel H Toni Panggarbesi.

PNS Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Dian Permata Suri sempat meluruskan istilah Bukit Siguntang. Dia menyatakan bahwa yang benar adalah Bukit Seguntang Mahameru. Setiap kali menyebut kata Seguntang, harus ditambahkan kata Mahameru.

“Istilah Seguntang itu saya ketahui saat mengikuti workshop pariwisata setahun lalu,” kata Dian.

Dikatakannya, kata Seguntang itu memiliki arti pulau yang ada di ketinggian. Karena saat masa Kerajaan Sriwijaya, di sekeliling Bukit Seguntang terdapat sungai. Orang-orang yang ingin terhindar dari banjir, harus naik Bukit Seguntang.

“Saya tahu dari workshop, dosa saya kalau tidak menyampaikannya,” ujarnya.

Sementara itu Toni Panggarbesi menyatakan bahwa Bukit Seguntang Mahameru ini sering terabaikan. Padahal, dari sejarah diketahui nenek moyang Kerajaan Sriwijaya berasal dari Bukit Seguntang.

“Sudah saatnya Bukit Seguntang direvitalisasi untuk menarik wisatawan asing,” tukasnya. (dom)

 

Komentar

Berita Lainnya