oleh

Inilah Kronologis Tewasnya Apriyanita PNS yang Dikubur dan Dicor Semen

-Headline-327 views

– Rabu 9 Oktober 2019 sekitar pukul 07.00 WIB korban APRIYANITA bertemu dengan tersangka YUDI untuk untuk menagih uang Korban APRIYANITA yang ada pada tersangka sebesar Rp 100 juta

– Kemudian Korban APRIYANITA diajak tersangka naik ke mobilnya Toyota Innova Reborn warna hitam nopol B 1559 FIS dengan alasan akan mengambil uang tersebut

– Karena hingga siang hari tersangka YUDI tidak bisa memenuhi janjinya sehingga korban APRIYANITA tidak mau turun dari mobil tersangka YUDI.

– Lalu tersangka YUDI sekira pukul 19.00 WIB membujuk Korban APRIYANITA agar pura-pura turun di rumahnya yang berada di Jl Sriwijaya 1, Kecamatan IT I, sedangkan tersangka YUDI menunggu di Jalan samping rumah korban APRIYANITA dan pada saat itu tersangka YUDI sudah berniat ingin membunuh korban APRIYANITA dan tersangka YUDI langsung menghubungi tersangka Np (DPO) via telepon mengajak membunuh korban APRIYANITA dan ajakan tersebut disetujui oleh Np (DPO).

– Np (DPO) merupakan paman dari tersangka Yudi.

– Korban APRIYANITA dan tersangka YUDI sekitar pukul 20.00 WIB menjemput tersangka Np (DPO) di Jl Bambang Utoyo sebelum bertemu dengan tersangka Np (DPO), tersangka YUDI mampir ke Indomart di Jl RE Marta Dinata membeli minuman 2 botol air mineral berikut satu botol obat tetes mata.

– Diam-diam air mineral tersebut dicampur obta tetes mata oleh tersangka YUDI menjadi satu dan minuman tersebut diberikan kepada korban APRIYANITA sehingga korban dalam keadaan lemas.

– Setelah itu tersangka Np (DPO) menjemput tersangka ILYAS kemudian naik ke dalam mobil duduk di belakang korban APRIYANITA yang duduk di samping tersangka YUDI yang sedang mengemudikan mobil sedangkan tersangka Np (DPO) duduk di bangku sebelah kanan di belakang tersangka YUDI.

– Mobil diarahkan ke Jl Taman Kenten dan korban APRIYANITA yang dalam keadaan lemas, tersangka Np (DPO) memberikan tali tambang kepada tersangka ILYAS untuk menjerat lehar Korban APRIYANITA dari belakang dan ketika jeratan tersebut kendor, tersangka YUDI berteriak agar tersangka ILYAS menguatkan jeratannya sehingga korban APRIYANITA memberontak. Tersangka YUDI dan Np (DPO) mengecek dan memastikan keadaan korban APRIYANITA yang telah tewas.

– Tersangka YUDI dan Np (DPO) menurunkan tersangka ILYAS di kawasan 9 Ilir, dan tersangka YUDI memberikan uang Rp 4 juta kepadanya sambil berkata “KAU PERGILAH DAN JANGAN KASIH TAU SIAPA PUN!”

– Tersangka Np (DPO) membawa mayat korban APRIYANITA ke samping rumah Np (DPO). Keduanya sempat berdiskusi ingin menguburkan mayat tersebut agar tidak diketahui orang lain. Dengan mengendarai sepeda motor Np menjemput temannya bernama Am (DPO), yang juga berprofesi sebagai penggail kbur di TPU Kandang Kawat.

– Sekitar pukul 22.53 WIB, tersangka YUDI, Np dan Am berangkat menuju TPU Kandang Kawat. Sebelum tiba di TPU Kandang Kawat tersangka Np dan Am membeli minuman dan rokok di Indomart Simpang Tanah Tinggi di Jl M Isa dan kemudian kembali ke TPU kandang Kawat.

– Di pintu pertama pintu masuk TPU Kandang Kawat mayat Korban APRIYANITA diturunkan, lalu tersangka YUDI memberikan uang Rp 11 juta kepada tersangka Np dan AMIR untuk upah membunuh dan menguburkan korban APRIYANITA.

– Tersangka YUDI tidak ikut tersangka Np dan Am menguburkan namun pergi menukarkan mobil yang direntalnya.

– Esok harinya, Kamis tanggal 10 Oktober 2019, tersangka Np menelpon tersangka YUDI meminta uang untuk membuat pedapuran/nisan untuk kuburan korban APRIYANITA. Kemudian tersangka YUDI menemui tersangka Np di TPU Kandang Kawat dan memberikan uang sebesar Rp1,3 juta untuk membuat pedapuran dengan cara dicor semen agar tidak mengeluarkan bau busuk dan Np sempat menunjukkan letak kuburan korban APRIYANITA yang berada di antara dua makam. (Sumber : hasil peliputan/edho)

Komentar

Berita Lainnya