oleh

Inilah yang Dilakukan Tim ‘Hujan Buatan’ Sumsel

SUMEKS.CO –  Di tengah agendanya yang sangat padat, Gubernur Sumsel Herman Deru, usai melakukan lawatannya di Kota Lubuklinggau, Muratara, Musi Rawas dan Empat Lawang selama dua hari, pada Jumat (18/10) sore, langsung bertolak ke Palembang melalui Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Setibanya di landasan udara Bandara Internasional kebanggan Wong Sumsel ini, Herman Deru langsung menuju pelataran (apron) pesawat udara yang diberi tugas untuk menebarkan garam di atas langit Sumsel. Salah satunya pesawat jenis Hercules yang mampu menganggkut garam sebanyak 4 ton lebih.

Ketika dibincangi disela-sela kegiatannya meninjau sejumlah pesawat yang dikerahkan untuk melakukan penaburan garam dan melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sumsel tersebut, Herman Deru  menegaskan, upaya pemadaman api Karhutla di Sumsel telah dilakukan dengan maksimal bukan saja lewat jalur darat namun juga mengerahkan sejumlah pesawat udara dan helikopter yang terus bekerja melakukan Water Bombing  dengan menyiapkan 9 unit helikopter. Bahkan ditambah 2 unit helikopter khusus melakukan patroli jalur udara.

Herman Deru menegaskan, segala upaya telah dilakukan dalam upaya melakukan pemadaman api karhutla di wilayah Sumsel. Mulai dari jalur udara dan darat selama 24 jam non stop. Bahkan menggunakan teknologi modifikasi cuaca  juga telah dilakukan Pemprov Sumsel dengan menebar garam dengan bobot 80 Kg hampir setiap harinya. Diantaranya menggunakan menggunakan pesawat jenis Casa dengan penebaran 800 Kg garam dari jalur udara.

Dan yang baru saja didatangkan jenis herkules yang ditugaskan untuk menebar garam dengan bobot 4 ton di atas wilayah Sumsel. Dan hasilnya cukup maksimal sejumlah wilayah di Sumsel mulai diguyur hujan mulai dari Kota Palembang, OKU Raya, Empat Lawang, Kota Lubuk Linggau, Musi Rawas dan sejumlah daerah yang selama ini terpapar bencana karhutla.

“Pesawat-pesawat ini setiap hari habis bekerja harus dicuci. Karena kalau tidak dicuci korosi,” ucapnya.

Untuk diketahui Korosi adalah kerusakan atau degradasi logam akibat reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungannya yang menghasilkan senyawa-senyawa yang tidak dikehendaki.

Satu persatu pesawat yang ada di depannya didekati Herman Deru, dia juga menjelaskan peruntukan dan bobot angkut masing-masing pesawat mulai dari yang terkecil kapasitas angkutnya jenis Casa dengan bobot angkut 800 kg, ada lagi pesawat kapasitas angkut 2 ton, 4 ton yakni jenis pesawat Hercules.

“Semua pesawat hari ini bekerja. Warga Sumsel belakangan ada beberapa titik wilayah yang telah diguyur hujan. Ada yang alami ada juga titik yang hasil modifikasi cuaca. Setiap hari bapak-bapak ini bekerja keras menabur garam ada yang sukses menjadi hujan. Ada yang dibawa angin karena di dalam awan itu sendiri tidak ada bibit air. Belakangan sudah ada yang mendapatkan bibit air sehingga menjadi air hujan. Seperti kemarin di Palembang menjadi air hujan, di OKI juga ada turun hujan,”  terangnya sembari berharap warga Sumsel dapat mendoakan petugas yang tengah melakukan pemadaman di lokasi karhutla.(ril/ety)

 

Komentar

Berita Lainnya