oleh

Inovasi Desa guna Peningkatan Ekonomi Masyarakat

LAHAT – Inovasi desa mendatang bakal difokuskan untuk peningkatan sumber daya dan ekonomi kreatif. Untuk Kabupaten Lahat, akan difokuskan pada pencegahan stunting sebagai peningkatan sumber daya manusia. Serta tetap pad peningakatan kesejahateraan masyarakay melalui ekonomi produktif.

Koordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan Pemberdayaan (P3MD) Kabupaten Lahat, M Sapriansyah mengungkapkan bahwa pencegahan stunting sebagai salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia.

Ada lima kegiatan dalam upaya pencegahan stunting seperti kesehatan Ibu dan anak, Sanitasi air bersih, pendidikan Paud, dan pelayanan sosial.

Sementara ekonomi produktif ialah usaha di desa dengan mengembangkan potensi yang ada seperti perkebunan, dan lainnya. “Jadi melalui program inovasi ini dapat menambah pendapatan masyarakat desa dan peningkatan kualiatas sumber daya manusianya,’ ujar M Sapriasnyah saat rapat Koordinasi Inovasi (TIK- PID) Lahat Tahun 2019, Kamis (05/12) di hotel Calisra Lahat.

Sementara dalam rapat koordinasi tersebut dibuka oleh Plt Kepala Dinas DPMDes Lahat, Drs Beni Zainuddin, M.Si, melalui Kabid Pengelolahan Keuangan dan Desa Dinas BPMDes, Yanuar Ardiansyah. Dalam sambutannya, Yanuar mengungkapkan bahwa program inovasi desa guna mendorong perekonomian desa dan kemandirian desa menggunakan Dana Desa yang dikucurkan. Selanjutnya melalui

Rapat Koordinasi tim inovasi Kabupaten (TIK) ini, merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk menjembani kebutuhan pemerintah desa akan solusi bagi penyelesaian masalah, serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan Desa dalam rangka pengunaan Dana Desa yang lebih aktif dan inovatif sekaligus untuk merumuskan , mengalisah dan mengevaluasi program Inovasi Desa (PID) serta rencana kerja tindaklanjuti (RKTL) TPID dalam Kabupaten Lahat.

Untuk para perserta yang mengikuti kegiatan ini ada beberapa perserta sebagai berikut,11 orang anggota Tim Inovasi Kabupaten Lahat, 24 Orang Tim Pengelola Inovasi Desa (TPID), 24 orang pendamping Desa (PD), dan 24 orang pelaku kesehatan /Kader KPM.(gti)

Komentar

Berita Lainnya