oleh

Insan Tenis Meja Resah, Minta Pengurus PTMSI Akhiri Konflik

SUMEKS.CO, JAKARTA – Dualisme pengurus PTMSI hampir sepuluh tahun terjadi. Yakni Pengurus Pusat PTMSI dan Pengurus Besar PTMSI. Dampak dari dualisme pengurus PTMSI tersebut berbimbas pada pembinaan dan prestasi tenis meja Indonesia di kancah dunia.

Beberapa mantan atlet tenis meja Indonesia yang tergabung dalam Grup WhatsApp Komunitas Tenis Meja Nasional bahkan menggalang dukungan membuat video pernyataan yang meminta pemerintah turun tangan menyelesaikan konflik dualisme kepengurusan.

Mereka adalah Rosi Pratiwi Dipoyanti Syekh Abubakar, Ling Ling Agustin, dan Jopie Warsono. Mereka membuat pernyataan berbentuk video yang meminta pemerintah menyelesaikan konflik dualisme kepengurusan tenis meja Indonesia.

Bahkan dalam video tersebut, ketiganya meminta dua kubu yang bertikai dan sama-sama mengklaim sebagai pengurus “sah” untuk menyudahi konflik dan membuka lembaran baru  menggelar munas dengan agenda pemilihan ketua baru tenis meja pusat.

Dampak dari dualisme pengurus PTMSI ini, pada PON Papua 2020, cabor tenis meja tidak dipertandingkan, SEA Games Filipina 2019, Indonesia tidak mengirim atletnya. Beredar rumors, SEA Games 2022 Vietnam, Indonesia tidak akan mengirim atletnya.

Kekhawatiran insan tenis meja Indonesia semakin jadi karena ada wacana, cabor tersebut akan dijadikan olahraga rekreasi nasional.

Rosi Pratiwi Dipoyanti Syekh Abubakar dalam pernyataannya berharap di tahun 2022 meminta pengurus PTMSI yang sedang berkuasa untuk mengakhiri konflik. Perpecahan kepengurusan berdampak sangat luar biasa terhadap atlet-atlet dan prestasi tenis meja Indonesia.

“Sudah terlalu lama kami menunggu PTMSI menjadi satu. Buanglah segala keegoisan masing-masing demi Merah Putih. Atlet-atlet tenis meja Indonesia kebingungan mencari tempat  untuk berlindung yang pada akhirnya prestasi tenis meja Indonesia semakin terpuruk di kancah internasional. Ayo para pecinta tenis meja Indonesia, terutama para pengurus yang sekarang berkuasa. Mari kita sama-sama lagi memajukan tenis meja Indonesia menjadi lebih baik. Dan mengangkat harkat martabat bangsa Indonesia di kancah internasional menjadi tim yang disegani dan mengumakan kepentingan untuk Indonesia dan atlet-atlet tenis meja Indonesia,” kata Rosi Pratiwi. (dom)

Komentar

Berita Lainnya