oleh

Irawan Nyaris Tebas Istri Pakai Samurai

MURATARA-Berawal perang mulut berujung jeruji besi. Mungkin begitulah kondisi yang tepat menggambarkan keretakan rumah tangga Sinawarti (38) dan Irawan (38). Keduanya merupakan warga Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas ilir, Kabupaten Muratara.

‎Sinawarti nyaris saja di tebas dengan samurai panjang. Pasca terlibat perang mulut dengan suaminya sendiri. Kejadian itu berlangsung, Sabtu (09/2) sekitar pukul, 15.00 WIB, di depan rumahnya. Awalnya keretakan rumah tangga Irawan dan Sinawarti sudah terendus lama. Dan diketahui oleh sejumlah kerabatnya lebih dari dari satu tahun lalu. Irawan awalnya pulang dari Surolangun Jambi, lalu masuk ke dalam rumah. Karena tidak adanya penyambutan dari istrinya. Seakan membuka luka lama dan membuat Irawan tersulut emosi.

Dia langsung mendatangi Sinawarti lalu mengucapkan,”Larilah kau dari rumah ini”. Kalimat pertama itu ternyata membuat istrinya geram. Lalu korban membalas dengan umpatan dan makian terhadap Irawan.  Merasa sebagai kepala rumah tangga yang tak dihargai. Irawan rupanya naik pitam dan mengambil samurai panjang di dalam rumah. Dan mengancam membunuh istrinya sendiri.

“Kalu dak lari kau kubunuh,” cetusnya saat itu. Namun aksi itu sempat dilerai Supran yang tak lain juga masih kerabatnya.

Karena emosi tak terbendung, Irawan sempat menendang perut dan meninju kepala korban. Sampai Sinawarti tersungkur ke lantai. Lalu keduanya dilerai oleh sejumlah warga. Karena tidak senang atas perbuatan pelaku, Sinawarti langsung mendatangi kantor polisi. Dan melaporkan kejadian itu untuk di proses.

Kapolres Mura, AKBP Suhendro melalui Kapolsek Rawas Ilir Iptu Aprinaldi mengatakan. Aksi kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban merupakan puncak perang dingin di dalam rumah tangga. “Tidak ada motif lain. Memang sudah lama sekitar satu tahun lalu mereka ribut-ribut. Mungkin ini puncaknya,” katanya.

Polisi menangkap Irawan sekitar pukul 21.30 WIB, dirumahnya sendiri. Dan dia menyerah tanpa syarat. Serta mengakui perbuatannya salah di mata hukum. Karena telah menganiaya istrinya sendiri. “Sekarang dia sudah kita amankan beserta sejumlah alat bukti. Seperti samurai yang digunakan untuk mengancam. Pelaku mengaku menyesal telah melakukan perbuatan itu,” bebernya.

Kapolsek menegaskan, awalnya permasalahan itu sempat dimediasi oleh Kepala Desa setempat. Namun mediasi itu gagal. Karena korban tidak mau lagi hidup serumah dengan pelaku. Dan melaporkannya secara resmi ke pihak kepolisian. “Kita proses sesuai hukum yang berlaku. Deliknya masuk dalam kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya