oleh

Iriawan: Apapun Keputusan Kepolisian, PSSI Tunduk dan Patuh

JAKARTA – PSSI angkat tangan. Mereka sudah menyerah terkait kepastian kelanjutan kompetisi domestik. Apakah bisa digelar Februari nanti atau tidak. Kini federasi pimpinan Mochamad Iriawan itu menyerahkan semuanya kepada Kepolisian.

“Kini semua berpulang kepada Kepolisian. Apapun keputusan Kepolisian, PSSI tunduk dan patuh,” ungkap Iriawan.

Sikap pasrah pria yang karib disapa Iwan Bule ini karena merasa sudah bekerja maksimal. PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku regulator kompetisi sudah tiga kali berkirim surat ke Polisi.

Pertama, menjelang rencana kick off 1 Oktober 2020 setelah kompetisi semua level dihentikan pada 16 Maret 2020. Kemudian bersurat lagi pada awal November 2020. Terakhir bersurat agar Liga 1 dan 2 bisa berputar lagi pada akhir Januari atau awal Februari 2021.

“PSSI bersama PT LIB terus mengusahakan agar kompetisi bisa berjalan lagi secepatnya. Koordinasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak terkait terus dilakukan. Bahkan surat resmi kepada pihak kepolisian telah dilayangkan sebanyak tiga kali,” ujarnya.

Belum adanya sinyal bahwa kompetisi dapat izin keramaian dari Kepolisian membuat PSSI bakal menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco). Rencana ini akan dieksekusi medio bulan ini.

“Rapat ini untuk memutuskan kelanjutan Liga 1 dan 2 atau memberhentikan liga musim kompetisi 2020 berdasarkan situasi terkini,” ucap Plt Sekjen PSSI, Yunus Nusi.

Diakui Yunus, PSSI telah siapkan protokol kesehatan. Semua rumusannya sudah disebarkan ke klub. Namun, jika harus berhenti, artinya kompetisi 2020 tutup buku dan akan dibuka kompetisi baru untuk musim 2021.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya