oleh

Istana Bukan Cuma sebagai Gedung Pemerintahan

SUMEKS.CO- Di pundak I Nyoman Nuarta dan para arsitek yang bekerja sama dengannya, desain Istana Negara di calon ibu kota negara (IKN) itu dibebankan. Kepada Radar Bandung, pematung yang telah melahirkan karya Patung Garuda Wisnu Kencana (Badung) dan Monumen Jalesveva Jayamahe (Surabaya) tersebut menyebut istana itu harus dapat merepresentasikan keanekaragaman bangsa Indonesia dari berbagai sisi.

Bisa dijelaskan konsep Garuda pada desain Istana Negara di IKN?

Itu simbol persatuan. Sebagai bangsa yang majemuk, bangunan istana kepresidenan tersebut harus dapat merepresentasikan keanekaragaman bangsa Indonesia dari berbagai sisi.

Harus bisa menjadi simbol persatuan bangsa yang sukunya berjumlah ribuan dengan latar belakang ciri etnik masing-masing, baik pakaiannya maupun rumah adatnya serta yang lainnya.

Apa yang membedakannya dengan istana sebelumnya?

Indonesia belum pernah memiliki istana yang dibangun sendiri. Pada zaman dulu itu kan rumah gubernur jenderal yang dimanfaatkan sebagai istana kepresidenan. Karena itu, istana dibangun bukan hanya sebagai gedung pemerintahan. Lebih jauh dari itu, bangunan tersebut juga harus menjadi ikon bangsa Indonesia sehingga bisa mengundang orang untuk berwisata ke sana karena melihat sesuatu bangunan yang belum pernah mereka lihat.

Berapa lama perjalanan perancangan dan pembuatan desain dasar istana tersebut?

Ini sudah berjalan dua tahun. Saya bersama empat arsitek dan berbagai pihak lain. Kami mendapat tugas mendesain 12 desain, ada kantor presiden, paviliun, kantor sekretariat negara, staf khusus, museum, Paspampres, utility, serta lainnya.

Bisa digambarkan seperti apa istana itu nanti?

Di depan istana itu akan kami bangun taman yang bagus. Masyarakat bisa berekreasi di sana. Terus, ada juga botanical garden yang bebas dikunjungi setiap saat oleh masyarakat. Total luas bangunan istana kepresidenan mencapai 19 ribu meter persegi. (jpg/radarbandung/jpg)

Komentar

Berita Lainnya