oleh

Istri Nakes Terpapar, Bertambah Satu Kasus Covid-19 di Prabumulih

SUMEKS.CO- PRABUMULIH – Masih ingat, kasus ED (56) tenaga kesehatan (Naker), salah satu kepala pustu di Prabumulih terpapar Covid-19.

Diketahui, ketika menjalani cuci darah di RSK Charitas Palembang. Setelah, diswab terakhir akhirnya terkonfirmasi positif.

Kabar terbaru, belakangan sang istri, SW (55) belakangan ikut terpapar virus corona asal Wuhan, China. Setelah dilakukan swab, dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Sehingga, menambah kasus Covid-19 asal Prabumulih menjadi 19 orang.

Hal itu dibenarkan, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), dr H Happy Tedjo TS MPH dikonfirmasi awak media, Sabtu (23/5).

“Awalnya, kita dapat informasi dari Gugas Provinsi. Prabumulih, bertambah satu kasus atas SW (55). Informasi kita terima, transmisi lokal. Kita sempat binggung,” jelas Tedjo.

Nah, setelah dilakukan penelusuran identitas SW, ternyata merupakan istri EP. Nakes di Desa Karya Mulya, lebih dulur terpapar Covid-19.

“Setelah dilakukan penelusuran, ternyata kasus baru ini merupakan transmisi lokal dari ED. Nakes kita, lebih dulu terpapar Covid-19,” bebernya.

Mantan Direktur RSUD ini menyebutkan, terpaparnya SW. Karena, ia mendampingi suaminya menjalani perawatan di RSK Charitas. “Kini, keduanya dirawat di RSK Charitas melakukan isolasi guna proses penyembuhan,” tukasnya.

Lanjutnya, contact tracking terkait cluster Desa Karya Mulya telah dilakukan dan telah ditindaklanjuti dengan rapid test. “40 orang dirapid test awal negatif, pernah kontak dengan terkonfirmasi positif. Kini, menunggu rapid test kedua,” pungkasnya.

Bebernya, data dimiliki Gugas Kota, terkonfirmasi positif jumlahnya ada 19 orang. Dengan, kasus meninggal sebanyak 3 orang. Lalu, sembuh sebanyak 5 orang. Dan, perawatan 11 orang.

“Patuh dan taat terhadap protokol kesehatan, sangat efektif dalam mencegah penularan Covid-19 ini,” tambahnya. (03)
[09:03, 5/23/2020] Tri terbaru oke Samsung: Foto : Rian/PP

LAPOR : Kabag Hukum dan Per-UU, H Sanjay Yunus SH MH didampingi Kuasa Hukum Pemkot, H John Fitter S SH MH melaporkan penghinaan Wako ke SPKT Polres Prabumulih, Jumat malam.

Hina Wako, Akun FB Alexander Projo Dipolisikan

PRABUMULIH – Diduga menghina Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM dengan membuat meme “Wako Maling Dana Bansos”. Lewat cuitan media sosial (Medsos) Facebook (FB), Akun Alexander Projo dipolisikan.

Unggahan bersifat penghinaan dan provokatif tersebut, langsung dilaporkan Kabag Hukum dan Perundangan-Undangan (UU), H Sanjay Yunus SH MM didampingi Kuasa Hukum Pemkot, H John Fitter S SH MM dan Kabag Humas dan Protokol, M Zahri Dessa Putra SPd kepada SPKT Polres Prabumulih.

Laporan tersebut tercantum dalam Nomor : LP/B/109/V/2020/Sumsel/RES Prabumulih pada 22 Mei 2020 terkait UU ITE, Pasal 45 Ayat 3.

Kabag Hukum dan Per-UU, H Sanjay Yunus SH MH dikonfirmasi menjelaskan, meme yang dibuat dinilai menghina dan mendiskreditkan Wako, Ir H Ridho Yahya MM seolah-olah sebagai maling dana bansos.

Padahal, kata Sanjay, apa yang dituduhkan lewat cuitan Akun FB tersebut tidak benar. “Makanya, untuk mengklarifikasi sekaligus meluruskan meme tersebut tidaklah benar. Karena, hal itu masuk perbuatan melawan hukum khususnya pidana. Selayaknya, dilaporkan ke polisi (Polres Prabumulih, red),” ujar Sanjay.

Masih kata dia, dilaporkannya hal itu diharapkan untuk memberikan pelajaran dan efek jera terkait posting atau status tidak benar.

“Yang jelas, sudah kita laporkan ke aparat berwajib. Harapannya, diproses sesuai dengan hukum berlaku. Ke depan, tidak ada lagi postingan negatif dan tidak benar,” terangnya.

Sanjay mengimbau, agar warganet agar lebih bijak medsos, supaya tidak terjerat hukum sia-sia. “Semoga, ini dijadikan pelajaran berharga bermedsos,” sebutnya.

Demikian pula, kata H Jhon Fitter S SH MH, selaku kuasa hukum Pemkot. Sesuai aturan perundangan-undangan, kata John ujaran kebencian lewat akun medsos bisa dijerat dengan UU ITE.

“Makanya, jangan asal posting. Apalagi, ada ujaran kebencian bisa dijerat pidana. Pelaporan ini, diharapkan bisa memberikan pelajaran berharga kepada pemosting agar hati-hati,” jelasnya.

Kata dia, berharap, kalau pelaporan tersebut segera ditindaklanjuti penyidik. Sehingga, bisa diungkap siapa dibalik postingan mendeskreditkan Wako tersebut.

“Semoga cepat terungkap, siapa pelaku penghinaan pemostingan terhadap Wako,” ucapnya.

Kapolres Prabumulih, AKBP I Wayan Sudarmaya SH SIk MH melalui Kasat Reskrim, AKP Abdul Rahman SH MH membenarkan hal itu. “Betul sudah dilaporkan, lagi kita proses lebih lanjut,” tambahnya.

Bebernya, terkait hal itu dikenakan UU ITE Pasal 45 Ayat 3. “Ancamannya, maksimal 4 tahun penjara,” pungkasnya. (03/rian)

Komentar

Berita Lainnya