oleh

Istri TNI Nyinyir di Luar Batas, Suami Dicopot

-Hukum, Nasional-239 views

SUMEKS.CO-JAKARTA – Baru saja menjabat sebagai Dandim 1417 Kendari, Kolonel Hendi Suhendi diganti. Ini akibat ulah istrinya, nyinyir di media sosial terkait insiden Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto yang ditusuk di Pandeglang, Banten, kemarin (10/10).

Ya, seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara sudah dijadwalkan (12/10) di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Kepala Penerangan Korem 143 Haluoleo Mayor Inf Sumarsono membenarkan pergantian Dandim 1417 Kendari. “Ya, benar mas. Sudah ada suratnya. Kolonel Kaveleri Hendi Suhendi diganti dari jabatan Kodim 1417 Kendari. Serahterima pagi ini,” terang Sumarsono.

 

Hendi Sehendi sendiri baru menjabat sekitar tiga bulan yang saat itu  menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya. Hendi  dinilai melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa, menghukum Kolonel Hendi Suhendi menegaskan Kolonel Hendi Suhendi juga akan diberikan sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.

Selain menghukum perwira menengah Hendi Suhendi juga KSAD mengganjar seorang bintara Sersan Dua Z, bahkan istri-istri mereka karena menyebarkan konten yang tidak pantas bagi seorang istri anggota TNI.

”Istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN dan istri Sersan Dua Z berinisial LZ yang melakukan postingan berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum,” ungkapnya.

Kedua warga sipil tersebut diduga melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Sementara dalam laman resmi tni-au-mil.id menyebut dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara.

KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku. ”Terhadap sdri, FS, istri dari Peltu YNS anggota Satpomau Lanud Muljono Surabaya yang telah menyebarkan opini negatif terhadap pemerintah dan simbol negara dengan mengunggah komentar yang mengandung fitnah, tidak sopan, dan penuh kebencian kepada Menkopolhukam Wiranto yang terluka karena serangan senjata tajam di media sosial (facebook). Akhirnya yang bersangkutan dan suaminya dikenakan sanksi” terang laman resmi itu.

Peltu YNS mendapat teguran keras, dicopot dari jabatan dan ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara istrinya FS dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) pasal penyebaran kebencian dan berita bohong.  (ful/fajarindonesianetwork/fin)

Komentar

Berita Lainnya