oleh

Istri Tua dan Muda Kompak, Bisnis Narkoba Jualan Sabu!

SEKAYU – Jika biasanya antara istri tua dan muda tidak akur, tapi tidak bagi Yusnia (38) dan Mariati (38). Keduanya, warga Desa Baru Jaya, kecamatan Jirak Jaya, kabupaten Musi Banyuasin.

Istri pertama dan kedua tersangka Supren (DPO) ini ternyata sangat kompak. Tapi kompak dalam hal negatif, berbisnis barang haram, Narkoba.

Dari mana narkobanya? Ternyata selama ini pasokan berasal dari sang suami tercinta, Supren.

Kedua istri Supren akhirnya meringkuk di jeruji besi setelah Senin (24/2) sekitar pukul 14.30 WIB ditangkap jajaran Satres Narkoba Polres Muba.

“Suami mereka yakni Supren yang menjadi target operasi saat penggerebekkan tidak ada di rumah. Namun ada kedua istrinya yakni tersangka Yusnia (istri tua) dan Mariati (istri muda),” jelas Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, didampingi Kasat Narkoba AKP Dedi Haryanto, Selasa (25/2).

Keduanya tinggal bersebelahan rumah. Yusnia istri tua, menunjukkan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 4 paket dengan berat 0,76 gram.

Sementara Mariati saat rumahnya digeledah, menunjukkan barang bukti narkotika jenis sabu lebih banyak, yaitu 23 paket seberat 7,76 gram yang disimpan di rak piring.

Dijelaskan Kapolres, kedua tersangka selama ini membantu sang suami berjualan sabu. Dimana jumlah setiap paket yang diberikan kepada keduanya secara ‘adil’, dalam jumlah sama, untuk dijual.

“Mereka ini kompak, sama-sama berjualan narkotika jenis sabu, barangnya dari suami mereka. Barang bukti yang disita dari istri tua sedikit karena sudah banyak laku terjual. Keduanya dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Subsider Pasal 112 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelas Kapolres lagi.

Selain mengamankan keduanya, dalam rangkaian penggrebekan tersebut, jajaran Satres Narkoba juga menangkap tersangka Junaidi (30), warga Desa Baru Jaya atas kepemilikan dua pucuk senjata api ilegal jenis kecepek laras panjang.

Petugas juga menyita empat butir amunisi jenis timah dan 13 butir kelahar aktif dan alat lainnya. Tersangka Junaidi merupakan kaki tangan Supren yang juga mengedarkan narkotika jenis sabu.

“Mereka tinggal berdekatan rumah dan masih memiliki hubungan keluarga. Namun saat digeledah tidak ditemukan barang bukti sabu karena sudah habis terjual,” sambung Kasat Res Narkoba AKP Dedi Haryanto.

Meskipun begitu, kata Dedi, dari dalam rumah tersangka Junaidi ditemukan senjata api rakitan ilegal yang dilarang untuk dimiliki. “Tersangka Junaidi kita jerat dengan Pasal 1 UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegas dia.

Sementara itu, tersangka Yusnia, mengatakan, narkotika jenis sabu-sabu itu dititipkan oleh sang suami (Supren) untuk dijual. Selanjutnya sang suami pergi dari rumah dan belum juga kembali.

“Saya cuma gantikan suami pak, sepaketnya dijual Rp. 100 ribu. Ini sudah 4 bulan jualan, saya gantikan suami karena dia sedang pergi berburu, jualnya ke siapa saja yang datang memesan,” tandas istri pertama Supren tersebut.

Sementara Mariati, mengaku dipaksa suami untuk menjual sabu tersebut. “Kalau dia pergi, saya disuruh gantikan. Kalau dia ada, dia yang jualan, walau saya jualam saya cuma dikasih uang untuk belanja, sebagian uang setor ke dia,” katanya. (kur)

Komentar

Berita Lainnya