oleh

Isu Penculikan di Prabumulih Hoax

Kasat Reskrim : Itu Hoax, Kami akan Selidiki Penyebar Video

PRABUMULIH – Warga Kota Prabumulih khususnya para orang tua siswa Sekolah Dasar (SD) di kota Prabumulih digegerkan dengan banyaknya postingan video yang menyebutkan seorang anak SD YKPP berada di dalam komplek Pertamina EP Asset 2 Prabumulih hampir menjadi korban penculikan.

Di facebook dan media sosial lainnya, video berisi pengakuan seorang anak yang diduga hendak diculik beredar cepat dan dibagikan oleh banyak pengguna facebook yang lain.

Menanggapi hal itu, Goverment & Public Relation Analyst PT Pertamina EP Asset 2, Arie Fahlupi membantah video penculikan itu merupakan siswa SD YKPP.

“Setelah kami konfirmasi ke Kepala Sekolah SD YPS 1 dan SD YPS 2 Prabumulih bahwa itu tidak terjadi di Prabumulih,” tegasnya.

Kendati demikian untuk tindakan pencegahan, pihaknya akan meningkatkan pengamanan di komplek pertamina EP Prabumulih dengan patroli security lebih rutin baik di sekolah dan fasilitas lainnya untuk menghindari terjadi tersebut terjadi di prabumulih.

“Kita juga melakukan peningkatan pemeriksaan di akses pintu masuk dan keluar di Komperta,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Prabumulih, Kusron mengaku sejauh ini belum menerima laporan siswa sekolah dasar diculik ataupun menjadi korban percobaan penculikan. Namun pihaknya tetap menghimbau orang tua waspada karena sudah ada di beberapa daerah lain.

“Kita sudah sampaikan peringatan kepada seluruh kepala sekolah agar meningkatkan kewaspadaan. Saat rapat di depan Ibu Walikota juga kita sampaikan supaya waspada,” sebutnya.

Kapolres Prabumulih AKBP I Wayan Sudarmaya melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Abdul Rahman menegaskan video yang beredar di media sosial (medsos) yang menyebutkan terjadinya penculikan anak Sekolah Dasar (SD) di kota Prabumulih merupakan tidak benar alias hoax.

“Itu hoax, kejadian itu bukan di Prabumulih,” ujarnya, Selasa (11/2).

Pihaknya pun mengaku akan mencari siapa saja penyebar video hoax yang sudah meresahkan tersebut. “Akan dilakukan pelacakan terkait siapa penyebar video hoax tersebut,” terangnya seraya menyebut masyarakat harus saring dulu sebelum sharing berita.

Kendati demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada para orang tua untuk selalu waspada dan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Disdik) dan para Kepala Sekolah (Kepsek) untuk meningkatkan pengawasan. “Kita sudah koordinasi dengan Diknas dan Kepsek supaya meningkatkan keamanan di sekolah,” sebutnya.

Masing-masing securtity dan penjaga keamanan di sekolah juga diimbau meningkatkan pengawasan.

“Jadi security harus menghafal betul yang menjemput murid di sekolah benar-benar orang tua atau keluarga siswa tersebut,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya