oleh

Italia Makin Ngeri, Puluhan Mobil Militer Bantu Angkut Mayat Covid-19 untuk Dibakar

MILAN- Italia kini punya total kematian akibat covid-19 melebihi Cina. Pada Jumat (20/3), angka kematian di Italia tercatat 3,405 orang. Sementara yang terinfeksi 41,035 pasien. Dalam sehari, Italia terdapat 400 lebih kasus inveksi covid-19.

Kota Bergamo adalah salah satu kota di Italia yang dilaporkan paling parah terserang covid-19. Pada Kamis (19/3) malam, mayat-mayat diangkut menggunakan kendaraan militer ke luar Kota Bergamo untuk dimakamkan atau dibakar.

Walikota Bergamo, Giorgio Gori, mengatakan jumlah kematian sebenarnya apabila diidentifikasi bisa lebih tinggi karena banyak orang dengan gejala COVID-19 telah meninggal sebelum diuji. Ia berterima kasih kepada pemerintah daerah atas kerjasamanya. “Dalam momen tragis, kolaborasi dan kedekatanmu terpuji,” tulis Gori di akun tewitternya.

Rekaman video yang mengerikan menunjukkan orang-orang terengah-engah sambil memegang dada dan tabung mereka di tengah-tengah monitor jantung dan pompa pernapasan yang konstan (DayliMail)

Banyak mayat-mayat yang terpaksa dibakar di Kota tersebut. “Krematorium Bergamo, yang bekerja dengan kapasitas penuh, 24 jam sehari, dapat membakar 25 mayat”, kata seorang juru bicara pemerintah setempat, dilansir Nesweek. “Jelas bahwa itu tidak bisa bertahan dengan jumlah beberapa hari terakhir.” ujarnya.

Lewat foto-foto yang beredar, sejumlah mayat di dalam peti mati diangkut mobil-mobil militer pada malam harinya. Jenazah dibawa ke tempat pembakaran mayat di Kota Modena, Acqui Terme, Domodossola, Parma, Piacenza dan beberapa kota lainnya. Setelah mayat dibakar, abunya akan dibawa kembali ke Bergamo.

Ada pula ratusan peti mati berbaris di gereja-gereja. Sejumlah mayat orang-orang yang meninggal di rumah, terpaksa disimpan di ruang tertutup selama berhari-hari karena layanan pemakaman yang begitu sibuk. Mayat-mayat dikubur atau dibakar tanpa adanya upacara.

Kerabat dekat diizinkan memasuki pemakaman untuk memberi penghormatan, tetapi hanya dalam jumlah terbatas dan dengan jumlah jarak yang disarankan antara satu sama lain untuk mencegah penyebaran virus.

Italia memperkirakan puncak wabah pada bulan April. Negara utu kini telah terkunci total sejak 9 Maret, namun para ahli mengatakan puncak penyebaran di Italia mungkin bukan pada April namun lebih dari itu. (dal/fin).

 

Komentar

Berita Lainnya