oleh

Izin Jukir Dicabut, Tidak Lagi Nyetor

-Lainnya-204 views

PALEMBANG – Sejumlah juru parkir yang ada di seputaran Bundaran Air Mancur (BAM) hingga di sepanjang Jl Jend Sudirman mengaku tidak lagi mengantongi surat sebagai juru parkir resmi dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang.

“Sudah lebih dari enam bulan terakhir memang sudah tidak ada lagi izin dari Dishub. Kami jadi juru parkir disini tidak nyetor ke siapa, cuma buat menyambung hidup,” ungkap Ali (51), juru parkir di depan Hotel Sintera Jl Jend Sudirman, dibincangi  (21/7).

Ali mengaku tetap memilih bertahan menjadi juru parkir yang sudah ditekuninya sejak belasan tahun silam karena khawatir jika lahan parkir itu dia tinggalkan akan diambil orang lain. “Sekarang saya tidak mematok tarif buat yang parkir karena tau disini sudah dilarang. Sukarelanya saja, karena mau kerja lain juga mau kerja apa karena selama ini saya hanya bisa kerja jaga parkir,” ungkap Ali sembari menyekat peluh di dahinya.

Dia juga menampik jika profesinya selama ini kerap dikait-kaitkan dengan dibekingi preman. Ali mengaku sudah lebih dari enam bulan ini pendapatannya sebagai jukir di Jl Jend Sudirman merosot drastis, sampai-sampai hingga ke titik nol.

“Kami harus kucing-kucingan sama petugas, tak jarang kalau ketahuan kami dibawa ke kantor dan dibilang preman. Padahal kami cuma cari duit buat menafkahi keluarga bukan preman,” sebutnya.

Hal ini juga diakui Herman, pemilik alat kesehatan Global Medica yang menyebut juru parkir seperti Ali ini sangat bergantung pada belas kasihan pemilik kendaraan.

“Khan sampai sekarang juga kami pemilik toko di sepanjang Jl Sudirman ini juga masih menunggu apa tindak lanjut dari Ombudman beberapa soal larangan parkir di sepanjang Sudirman,” ucap Herman.

Dan selama beberapa bulan terakhir diakui Herman aktivitas perdagangan di Jl Sudirman yang selama ini dikenal sebagai sentra bisnis Palembang kembali berdenyut.

“Kalau sekarang ada lagi larangan parkir seperti ini bukan tidak mungkin perdagangan disini akan kembali sepi. Efeknya ya ke kami-kami disini,” keluh Herman yang mengaku menyewa toko di Jl Jend Sudirman selama rentang waktu empat tahun dan bakal berakhir tahun depan.

Herman berharap instansi terkait dan Pemkot Palembang sebelum memberlakukan sebuah kebijakan harus terlebihi dulu memikirkan solusinya.

“Coba kalau ada di posisi kami kami dagang tidak nyaman. Solusi kantong parkir yang ditawarkan juga jaraknya sangat jauh dan sama sekali tak ada sosialisasi sebelumnya pada kami,” tutupnya. Senada disampaiman Alfian (32) juru parkir di depan Toko Agung Sport Jl Jend Sudirman yang mengaku saat ini perpanjangan izin jukir sang ayah, Musnar sudah tidak lagi diperpanjang Dishub.

“Saya parkir disini cuma gantikan ayah, kalau dulu biasanya nyetor sama petugas LLAJ (Dishub,red) sekarang tidak lagi. Karena sudah ada larangan parkir dan kami terpaksa kucing-kucingan sama petugas,” sebutnya.

Sementara di seputaran BAM sepanjang pagi hingga siang kemarin (21/7) tidak terlihat seorangpun jukir. Hal ini dikarenakan ada sejumlah petugas Dishub dan dibantu personel kepolisian Polresta Palembang nampak berjaga-jaga disana.(kms)

Komentar

Berita Lainnya