oleh

Jadi Antiklimaks Bagi Laskar Wong Kito

PALEMBANG – Kekecewaan dirasakan oleh penggawa Sriwijaya FC, seperti yang diungkapkan Ryan Wiradinata usai pertandingan. Menurutnya Laskar Wong Kito seharusnya menang, dengan banyaknya peluang yang tercipta. Hanya saja, dalam sepakbola tak bisa ditentukan secara statistik.

“Kita semua kecewa dengan hasil ini,”ungkap Ryan. Meski secara keseluruhan Sriwijaya FC menguasai 52 persen ball possession, berbanding 48 persen milik Persita Tangerang, Laskar Wong Kito memang tak bisa berbuat banyak.

Dua kesempatan yang dimiliki skuad asuhan Widodo Cahyono Putro berhasil dimaksimalkan. Pertama oleh Ade Jantra yang menerima umpan heading rekannya, menanduk bola ke gawang Galih Sudaryono tanpa kawalan, di menit 42.

Saat peluit akhir dibunyikan

Kemudian, tak lama setelah peluit babak kedua dibunyikan, giliran Aldi yang memanfaatkan kesalahan Ambrizal dalam mengantisipasi bola. Tendangan melengkungnya di sudut kiri gawang Sriwijaya FC merubah kedudukan jadi 2-0 untuk tim tamu.

“Saya akui kita kurang greget, kurang disiplin. Kita kacau setelah ketinggalan, kita terlalu mengikuti ritme mereka sehingga akhirnya terbawa dalam permainan mereka dan kalah,”ungkap pelatih Kas Hartadi.

Pembenahan harus dilakukan segera untuk menjaga posisi Sriwijaya FC di papan atas. Meski digeser oleh Persita Tangerang, peluang Laskar Wong Kito masih terbuka lebar untuk bisa menguasai persaingan di klasemen wilayah barat Liga 2, musim 2019.

“Ini menjadi antiklimaks setelah kita menang di pertandingan sebelumnya. Tapi ini belum berakhir, kita akan perbaiki,”tandasnya. (aja)

Komentar

Berita Lainnya