oleh

Jadikan Peradi Single Bar, Tempa Advokat Muda Profesional

PALEMBANG – Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC kota Palembang akan segera menggelar muscab bulan Juni mendatang. Berkenaan dengan berakhirnya masa pengurusan lama dan akan ditentukannya ketua PERADI DPC Palembang masa 2021-2026. Salah satu yang dianggap sebagai calon kuat, Dr. H. Darmadi Djufri, SH., MH., CMLC. Sepak terjang dan pengalaman segudang dianggap pantas memimpin tahta PERADI Palembang berikutnya. Seperti apa misinya ?

Setelah menamatkan pendidikan tinggi (S1) pada Fakultas Hukum UM Palembang (1994) dengan predikat pujian. Dr. H. Darmadi Djufri, SH., MH., CMLC yang akrab dengan nama panggung Deje langsung diangkat oleh dosennya, Prof. H. Abu Daud Busroh untuk bergabung pada Kantor Hukum Polis Abdi Hukum sebagai Pengacara Praktek. Lantaran kemampuan organisasinya di intra/ekstra kampus (BPM, Senat Mahasiswa, IMM dan MAPALA) pada saat itu cukup diperhitungkan.

Deje sudah aktif beracara sejak 1995. Kemudian tampil sebagai pengacara praktek pada 1997. Banyak perkara populer yang ditangani kala itu. Fokus melakoni profesi terhormat (Officium Nobile) yang dicita-citakan. Deje tetap eksis sebagai Advokat Profesional yang aktif dalam penanganan perkara. Baik litigasi maupun Non Litigasi termasuk beracara di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.

Bukan hanya sebagai praktisi hukum atau profesi advokat, sejak 1995 Deje telah diangkat pula menjadi Akademisi. Sebagai Dosen Tetap dan sebagai Pembantu Ketua II (kalau di Universitas sama dengan Wakil Rektor II) di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sumpah Pemuda. Ikut andil melahirkan Advokat Profesional dan Populer di Palembang.

Kariernya bahkan sudah mencicipi dunia politisi. Yakni pernah tiga periode terpilih sebagai anggota DPRD Sumsel. Meski sebagai politisi, dirinya tidak pernah absen dalam keikutsertaan kegiatan organisasi profesinya (IKADIN dan PERADI). Sampai pada 2014 meninggalkan panggung politik dan kembali ke dunia profesi Advokat. Sebagai jati diri yang dianggapnya punya peran besar dalam kariernya. Ditingkat nasional hampir setiap Rakernas (PERADI maupun IKADIN) Deje selalu hadir sebagai Peserta mewakili DPC PERADI maupun DPC IKADIN Palembang.

Salah satu misinya adalah mendukung cita-cita yang sudah diikrarkan oleh Ketua Umum DPN Peradi, Dr. Otto Hasibuan, S.H., M.M untuk segera menjadikan Peradi sebagai single bar. “Artinya lewat single bar, Peradi ini menjadi wadah tunggal, kedepan yang paling berat itu adalah bagaimana membuat suatu sinergi di level cabang hingga DPN untuk mencapai cita-cita single bar itu,” ujarnya. Hal itu disadarinya, implementasinya tidaklah mudah. Harus mendapatkan banyak dukungan dan dikerjakan secara disiplin serta sungguh sungguh.

Menurutnya, jika Peradi menjadi single bar, pasti pengacara itu akan menjaga marwahnya, profesionalitasnya, kemandiriannya, moralitas, kualitasnya. Serta yang terpenting pengacara itu akan bermartabat. Sehingga pasti akan patuh dan menjaga kode etik advokat. Karena tidak mudah menjadi advokat Peradi yang sangat konsisten dalam proses dan kualitas advokat. “Sehingga menjadikan Peradi sebagai wadah tunggal advokad dalam mewujudkan profesionalitas yang mandiri, berkualitas dan bermartabat,” terangnya.

Program prioritasnya salah satunya adalah terwujudnya pembinaan secara berkelanjutan terhadap advokat muda. Inilah yang perlu dibina, improvement, dilakukan pembinaan, pelatihan dan diberi peluang praktik. Dibawah binaan PERADI, apabila terpilih nanti, akan mencoba membujuk rekan advokat senior. Semisal bila nanti ada tiga perkara yang besar-besar tolonglah yang paling kecil diajak para advokat baru untuk berpraktik di bawah binaan Peradi.

“Peradi akan memberikan kesempatan kepada advokat muda untuk dapat berlatih, memperbanyak praktik sehingga mendapatkan banyak pengalaman,” tandas Deje. Karena Peradi tidak untuk membentuk advokat yang biasa-biasa saja.

Sebenarnya Deje mengatakan pada awalnya tidak terlalu berambisi mencalonkan diri sebagai ketua DPC Peradi. “Saya berpandangan, kalau ada niat yang baik dan bagus harus kita dukung, selama satu tahun terakhir ini banyak rekan advokat senior dan rekan advokat muda yang mendorong, tanda kutip meminta, mendesak agar ikut mencalonkan diri,” paparnya. Setelah saling mendengarkan, menyimak dan mendengar masukan rekan-rekan Advokat. Dirinya pada 5 Maret 2020 lalu mengambil sikap untuk mencalonkan diri sebagai ketua DPC Peradi. Menurutnya, bukan semata untuk dipilih tetapi sebagai suatu kebutuhan bersama untuk organisasi.

Niat baik tersebut salah satunya didukung dan diamini Wakil Managing Director kantor hukum Ihza & Ihza Palembang Office, Ahmad Hartawan, S.H., M.M. “Cita-cita untuk mewujudkan profesi Advokat ini sebagai suatu profesi yang mulia dan terhormat (officium nobile) wajib kita dukung bersama,” sebutnya.

“Kami melihat ada kesamaan visi dan misi dengan Pak Darmadi utamanya pada keinginan beliau untuk mengembalikan marwah profesi advokat. Jadi kita lihat ini perlu sama-sama kita dukung,” pungkasnya.(cj10)

Komentar

Berita Lainnya