oleh

Jadikan Ruang Kelas III Jaminan, Ruang Isolasi Covid-19

PRABUMULIH – Kalau sebelumnya, ruangan VIP/VVIP di RSUD sebanyak 15 ruang telah lebih dahulu sebagai tempat perawatan pasien Covid-19 atau ruang isolasi Covid-19.

Mengantisipasi ledakan kasus Covid-19, khususnya di Prabumulih. Sesuai instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), RSUD harus menambah ruang isolasi Covid-19.

Karena dinilai paling representatif, dan terpisah dari ruangan perawatan lainnya. Akhirnya, difungsikan ruang Kelas III Jaminan sebagai ruang isolasi Covid-19, tambahan jika membludaknya kasus Covid-19 di Prabumulih.

“Betul, ruang Kelas III Jaminan. Kita alih fungsi, sebagai ruang isolasi Covid. Ada 15 tempat tidur, untuk merawat pasien Covid-19,” ujar Direktur RSUD, dr Hesti Widyaningsih MM kepada awak media, Rabu (3/2/2021).

Ungkapnya, tidak hanya ruang saja ditambah. Begitu juga, tenaga medisnya ditambah ada sebanyak 14 orang untuk membantu melakukan perawatan di ruang isolasi Kelas III Jaminan.

“Kalau sejauh ini, tersisa 4 pasien Covid-19 masih menjalani perawatan di ruang isolasi VIP/VVIP guna proses penyembuhan lebih lanjut dan terlepas dari paparan Covid-19,” tukas Mantan Sekretaris Dinkes (Sekdin) ini.

Sebenarnya, aku Hesti, sapaan akrabnya dengan jumlah rumah sakit (RS) di Prabumulih baik swasta dan negeri. Sejauh ini, untuk perawatan Covid-19 masih tercecer.

“Selain itu, Prabumulih sendiri pertambahan kasus belum terlalu signifikan. Tetapi, kita memenuhi aturan dan ketentuan Kemenkes untuk menambah ruang perawatan pasien Covid-19. Dan, sudah kita lakukan hal itu,” ujar perempuan cantik berjilbab ini.

Intinya, kata dia, jika Prabumulih mengalami ledakan kasus Covid-19. Artinya, adanya ruang isolasi tambahan ini. “Jelas RSUD, lebih siap menghadapinya untuk melakukan perawatan dan penyembuhan pasien Covid-19 dirawat di RSUD,” beber perempuan Alumni FK UNSRI ini. (03)

Komentar

Berita Lainnya