oleh

Jadwal Angkutan Batu Bara Berubah, ini Kata Warga

LAHAT – Dinas Perhubungan Sumsel mengeluarkan surat edaran waktu toleransi angkutan batu bara selama Ramadhan. Bila selama ini, pengangkutan batu bara dari mulut tambang ke stasiun pangangkutan batu bara yang melalui jalan umum hanya berlaku malam hari.

Kali ini, selama bulan Ramadan, dump truk yang membawa batu bara tersebut bisa siang dan malam hari melintasi jalan umum Merapi area dari stokpile atau mulut tambang ke stasiun angkutan batu bara.

Dalam surat edaran Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel nomor 55l.2/1199/3/Dishub perihal waktu toleransi angkutan batu bara bulan Ramadhan. Surat tersebut menidaklanjuti Pergub Sumsel dan Surat Kepala Dinas Perhubungan Sumsel perihal toleransi angkutan batubara serta surat dari PT Bara Alam Utama (PT BAU), PT Golden Great Borneo (PT GGB), PT Rantau Utama Bhakti Sumatra, dan PT Muara Alam Sejahtera.

Berisi tiga point, pertama sehubungan dengan memasuki bulan Ramadan 1440 H /tahun 2019 dan menjaga stabilitas pemenuhan kebutuhan batu bara nasional, diperlukan adanya penyesuaian waktu operasional terhadap pengangkutan batu bara dengan rute lintasan dari Kabupaten Lahat (sumber tambang/Stock file masing-masing perusahaan), menuju Stasiun Sukacinta dan Stasiun Banjarsari, Kecamatan Merapi Barat.

Kedua, waktu operasional angkutan batubara ini, mulai pukul 08.30 WIB sampai dengan 15.00 WIB, dan 20.30 WIB sampai dengan 04.00 WIB.  Ketiga, perubahan waktu tersebut hanya selama bulan Ramadan.

Menanggapi hal itu, Heru salah satu warga Merapi Barat mengungkapkan agar dump truk batu bara yang melintasi jalan umum agar lebih berhati- hati. Apalagi di bulan Ramadan. “Kalau sebelumnya kan malam bae yang boleh lewat. Kalau sekarang dari provinsi boleh siang hati, hati-hati bae jalannya,” ungkap Heru, Jumat (10/5).

Sementara Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lahat Indaharmansyah SP Msi mengatakan bahwa surat edaran tersebut dikeluarkan oleh provinsi untuk dipedomani dishub kabupaten. Namun walau bisa berjalan siang namun tetap diatur, dan hanya melalui jalan umum di kawasan Merapi terutama dari mulut tambang atau stokpile ke stasiun angkutan batu bara.

“Jadi ini adalah dispensasi terhadap empat perusahaan yang mengusulkan perubahan jadwal. Edaran ini terhitung mulai pada tanggal 8 Mei 2019,” ujarnya.

Selain itu, dirinya berharap walaupun sudah ada toleransi dari provinisi. Namun kepada angkutan batubara, agar jangan membuat macet serta jangan meresahkan masyarakat.(gti)

Komentar

Berita Lainnya