oleh

Jaga Ekosistem Sungai Musi, Masyarakat Dilarang Tangkap Ikan Gunakan Racun dan Setrum

PALEMBANG – Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda menegaskan agar masyarakat meninggalkan cara menangkap ikan menggunakan racun dan setrum. Kedua cara itu justru akan merugikan masyarakat sendiri.

Hal ini ditegaskan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat bersilaturahmi dengan masyarakat Pulau Kemaro, Selasa (30/4). Silaturahmi juga diikuti kelompok pengawas penangkapan ikan perairan dan para pengemudi ketek yang beroperasi di sekitar Pulau Kemaro.

Dijelaskannya, Pemkot Palembang terus berupaya menjaga agar ekosistem Sungai Musi tetap lestari. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menebar benih ikan di Sungai Musi.

“Hari ini kembali ditebar ribuan benih ikan di Sungai Musi. Namun hal ini tidaklah cukup bila masyarakat masih juga menangkap ikan menggunakan racun dan setrum, sebab tidak hanya membunuh induk ikan tapi akan pula memusnahkan anak ikan,” ujarnya.

Selain menebar benih ikan, kehadiran Fitri di Pulau Kemaro untuk mencari tahu kebenaran informasi terkait adanya penampakan buaya di sekitar pulau destinasi wisata Palembang tersebut. Untuk itu dirinya mengimbau agar warga waspada terhadap kemungkinan adanya buaya tersebut, khususnya menjaga anak-anak agar sementara waktu tidak bermain di sekitar sungai.

“Melalui dinas terkait saya mohon agar dipantau dan segera ditangkap bila informasi ini benar. Agar buaya tersebut tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak. Saya juga akan berkoordinasi dengan BKSDA dan polisi air agar buaya itu dapat ditangkap dan dikarantina,” ujarnya.(ety)

Komentar

Berita Lainnya