oleh

Jaga Stabilitas Harga Sembako

PAGARALAM – Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni SH dan Wakil Walikota Pagaralam, M Fadli SE beserta unsur FORKOPIMDA. Meninjau serta monitoring harga Sembako di Pasar Tradisional Nendagung, Kelurahan Nendagung, Kecamatan Pagaralam Selatan, hari ini.

Di Pasar tradisional ini, Kak Pian mendatangi pedagang Sembako. Sembari berbincang-bincang mengenai harga kebutuhan pokok apa saja yang mengalami kenaikan di tengah bulan puasa ini.

Hasil peninjauan yang dilakukan Kak Pian tersebut. Mendapati jika harga bawang putih yang semula sempat melonjak di harga Rp 120 per kilogram, kini berangsur turun hingga menyentuh harga Rp 60 ribu per kilogram.

“Ya, kita lihat ada beberapa harga kebutuhan pangan itu beda antara satu pedagang dengan pedagang lain. Tapi kalau selisih harganya masih di angka Rp1.000 masih oke. Kita juga minta kepada petugas Disperindagkop UKM dan PP Kota Pagaralam agar senantiasa cek harga tiap hari,” terang Kak Pian.

Dikatakan Kak Pian, untuk fluktuasi harga memang dibuat pedagang untuk aktivitas tawar-menawar antara pedagang dan pembeli. “Jadi, misalkan pedagang si A ngasih harga Rp40 ribu, harapannya mungkin pembeli nawar dan bisa menjadi Rp38 ribu, itu bisa dibilang permainan pedaganglah,” terangnya.

Terkait harga bawang putih yang sempat meroket beberapa hari terakhir, menurut Kak Pian bila ada permainan dari spekulan itu tidaklah terlalu tajam. Karena bawang putih itu komoditi Nasional, yang ada sedikit perselisihan di Nasional.

“Misalkan pak Buwas selaku orang Bulog itu masih ? kenapa kami (pemerintah, red) tidak boleh impor, kenapa swasta yang dikasih impor, yang notabanenya bisnis, sementara pemerintah tidak boleh,” ungkapnya.

Nah, dengan kondisi hal inilah, kata Kak Pian dirinya yakin dimanfaati, tapi tidak bisa lama, karena stok barang itu ada. Beda halnya bila stok itu tidak ada, jadi importir bawang putih itu jalan. Hanya saja yang harusnya melalui Bulog juga dapat, sekarang itu pihak swasta semua. “Kemungkinan harga itu naik tapi tidak terlalu signifikan, beda halnya bila stok barang itu habis,” tandasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya