oleh

Jajaki MoU dengan FK Unsri

BANYUASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuasin menjajaki MoU dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (UNSRI) terkait program satu dokter satu desa. “Kita sedang jajaki MoU dengan FK Unsri,”kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr Masagus M Hakim Mkes.

Bahkan dalam penjajakan MOU dengan FK Unsri itu, Hakim menambahkan kalau telah bertemu secara langsung dengan Dekan FK Unsri dr. Syarif Husin MS, Dr. dr. H. Muhammad Irsan Saleh. M.Biomed, Wakil Dekan II.

Diakui Hakim dalam penjajakan MOU itu mendapatkan respon positif dari FK Unsri, seperti membahas kerjasama seperti program desa binaan, pengembangan dokter intensif di Banyuasin dan kegiatan pengabdian masyarakat FK Unsri di Banyuasin.”Masih dijajaki, jika berhasil bisa menyukseskan program 1 dokter 1 desa, “tuturnya.

Masih kata Hakim didampingi kabid PMK dr Rini Pratiwi, memang program 1 dokter 1 desa sedikit terkendala dengan kebutuhan dokter yang ada saat ini.”Jumlah dokternya kurang, sehingga dengan penjajakan MOU bisa berhasil dilaksanakan programnnya, “ungkapnya.

Ia mengungkapkan kendati jumlah tenaga dokter kurang, namun Hakim menegaskan kalau program 1 dokter 1 desa telah berjalan dengan lancar. “Bahkan dokter ke desa minimal 1 -2 minggu sekali, sehingga masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan,”tegasnya.

Selain program 1 dokter 1 desa, Hakim menerangkan masih ada program berobat gratis berbasis E KTP, pelayanan 24 jam, revitalisasi posyandu multifungsi.”Itu semua sesuai visi dan misi Banyuasin Bangkit, demi mewujudkan Banyuasin Sehat, “tuturnya.

Kabupaten Banyuasin juga memiliki fasilitas pelayanan kesehatan seperti 33 puskesmas, 92 pustu, 304 poskesdes, 29 klinik kesehatan, 102 bidan praktek mandiri, 23 dokter, 1 RSUD type c, 1 RSU swasta, 2 RS pratama, 1 RS khusus mata.

Komentar

Berita Lainnya