oleh

‘Jakabaring’ Masih Harus Bersabar, Tunggu Restu FIFA untuk U-20

JAKARTA – Gelora Sriwijaya Jakabaring harus sabar untuk bisa gelar Piala Dunia U-20 tahun depan. Kepastian status stadion berkapasitas 38 ribu tempat duduk itu masih menunggu putusan dari FIFA. Federasi sepak bola dunia tersebut dijadwalkan baru akan inspeksi venue pada September atau Oktober mendatang.

“Kami sebenarnya tidak bisa menunggu sampai September apalagi Oktober. Kalau bisa secepatnya. Kasihan KemenPUPR jika kelamaan. Lah sekarang ini saja mereka sudah sambat (berkeluh kesah) mepet,” ungkap Sesmenpora Gatot Dewa Broto, (1/7).

Wajar jika KemenPUPR sambat karena waktu yang tersedia tinggal setahun lagi. Ini karena kejuaraan sepakbola usia remaja itu dijadwalkan digelar pada 24 Mei hingga 12 Juni 2021. Sementara mereka harus menyelesaikan renovasi ataupun pembangunan di setiap venue. Satu venue harus memiliki lima lapangan pendukung dan satu stadion untuk pertandingan. Semua harus standar FIFA.

“Kami harap PSSI rapatkan segera dengan FIFA untuk kepastian venue. Dari enam venue yang disebut PSSI, empat sudah tidak ada masalah dari KemenPUPR seperti Solo, Bali, Surabaya, dan Jakarta. Sementra Jakabaring dan Jalak Harupat masih menunggu putusan resmi FIFA untuk bisa segera dieksekusi,” jelasnya.

Kemenpora sendiri kemarin baru saja menggelar rapat terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo. Menpora Zainudin Amali menceritakan jika rapat juga dihadiri Ketum PSSI Mochammad Iriawan dan Menko PMK Muhajir Effendy. Dalam rapat, Menpora tidak menampik jika status enam stadion yang dimunculkan PSSI dalam surat bernomor 1233//UDN/208/VI-2020 tertanggal 24 Juni 2020 dibahas. Semua sepakat tidak mempermasalahkan perubahan nama stadion asalkan sudah mendapatkan persetujuan FIFA.

“PUPR memerlukan kepastian baik keputusan admnistrasi dan juga fisik. Makanya nanti kami akan komunikasikan terus. Namun dalam rapat tadi sudah diputuskan 6 stadion itu. Kami berharap FIFA menyesuaikan dengan apa yang kita usulkan,” ungkap Menpora.

Dalam rapat juga dibahas terkait kepanitiaan nasional. Dijelaskan Menpora, nanti akan diisi berbagai unsur. Mulai dari Kemenpora, KemenPUPR, PSSI, juga elemen lainnya. Tak terkecuali unsur pakar. Termasuk di dalamnya TNI dan Polri. “Ya nanti ketuanya saya, jadi susunannya akan dirapatkan, nanti akan dikeluarkan SK, nanti akan ada Keppres dulu, baru kita umumkan,” jelasnya.

Terkait dengan dana pelaksanaan, ratas juga menyinggungnya. Hanya Menpora enggan menyebut angka yang disiapkan untuk sukseskan Piala Dunia U-20. PSSI juga diklaim sudah sempat ajukan anggaran untuk ajang ini. Namun itu sebelum ada Covid 19. Pihaknya kini masih menunggu anggaran yang fix dari PSSI.

“Untuk capaian Timnas, sepakat diserahkan ke PSSI. Kami sadar bahwa kita di Piala Dunia ini sebagai tuan rumah jadi ya menang realistis. Minimal kita harapkan bisa lolos dari penyisihan grup,” ucap Mentri asal Gorontalo ini. (kmd)

Komentar

Berita Lainnya