oleh

Jalan Penghubung 11 Desa Rusak Berat

LAHAT – Jalan sepanjang 3 kilometer penghubung tiga desa di wilayah Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat kondisinya sangat memperihatinkan. Kerusakan itu terlihat mulai sepanjang Desa Gunung Lewat, Singapure, Danau hingga menujuh jembatan Endikat perbatasan dengan Desa Bandar, Kota Pagaralam.

Tak jarang para pengguna jalan mengendarai sepada motor terjatuh karena kondisi jalan sangat menyulitkan pengendara untuk melintas jalan tersebut. Parahnya lagi kerusakan jalan sudah berlangsung 4 tahun lebih itu luput dari perhatian pemerintah. Padahal akses jalan itu dimanfaatkan masyarakat di 11 desa yakni Kota Agung Bintuhan, Metaralam, Penarang, Kebun Jati, Bangke, Tebat Langsat, Gunung Liwat, Sukajadi, Singapure dan Danau hendak menuju Pagaralam.

“Jalan penghubung itu saat ini kondisinya rusak parah yakni Desa Gunung Lewat, Singapure, Danau. Panjangnya sekitar 3 kilometer. Kerusakan jalan ini sangat patal karena menganggu masyarakat ketika melintasinya,” ungkap Tokoh Pemuda Gunung Liwat Ozzy Saad dan Ayie, Selasa (12/1)

Menurutnya,  jalan yang melintasi beberapa desa itu sebelumnya sudah pernah di aspal. Namun sejak ada perusahaan beroperasi jalan tersebut rusak parah lantaran alat operasional perusahan memanfaatkan akses jalan desa.

Lanjutnya, kendati sudah berulang kali disampaikan ke pihak kecamatan, bahkan anggota DPRD Lahat saat melakukan reses akses jalan menuju tersebut tak kunjung ada perbaikan. “Sudah empat tahun lebih, akses jalan diwilayah itu rusak berat. Bukannya memperlancar, badan jalan yang sudah babak belur itu malah memperlambat aktifitas warga,” keluhnya.

Kerusakan badan jalan penghubung ke 11 desa itu, awalnya hanya sedikit. Namun banyak aktivitas kendaraan perusahaan lihir mudik membuat kerusakan kian parah. Kini bukan badan jalan saja yang rusak berat, aspal yang terkelupas rupanya membuat semak belukar kian tumbuh subur hingga mempersempit ruas badan jalan.

Sebenarnya baik pemerintah maupun perusahaan tahu kondisi jalan desa sudah babak belur. Entah kenapa belum ada tindakan. Dan kita minta pemerintah untuk menyetop kendaraan perusahaan yang lalu lalang melintasi jalan desa.

“Kedepan kami berharap pemerintah memperbaiki akses jalan desa dan juga meminta bupati untuk memberikan sanksi kepada perusahaan yang telah merusak jalan desa yang dibangun dengan anggaran APBD. Jika tidak ada tindakan dari pemerintah, dalam waktu dekat kami akan konsolidasi dengan tokoh pemuda di 11 desa akan melakukan aksi demo,”tandasnya.

Sementara Anggota DPRD lahat Dapil III, Nopram Marjani mengungkapkan bahwa memang sebelumnya sudah mengecek kondisi jalan. Lanjutnya perbaikan jalan di kawasan tersebut sebelumnya sudah dilakukan, namun hanya beberapa titik.

“Hal ini karena anggaran terbatas dan memang daerah lain juga dilakukan perbaikan jalan,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya juga berharap agar perusahaan yang melalui jalan tersebut ikut andil melakukan perbaikan.

“Kita sampaikan ke Komisi yang membidanginya. Selanjutnya perusahaan yang melalui jalan tersebut bisa dipanggil untuk membantu perbaikan jalan,” tukasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya