oleh

Jalan Rusak, Warga Minta Disentuh Pembangunan

MURATARA – Masyarakat SP4 Desa Setia Marga, kelurahan Karang Dapo, Kecamatan Karang Dapo, keluhkan kondisi kerusakan akses jalan. Warga berharap kondisi jalan itu segera tersentuh pembangunan, sehingga akses dan lalulintas warga lancar.

Setiap musim penghujan akses di desa setia marga, Kecamatan Karang Dapo sangat sulit di lintasi warga. Septi warga setempat yang sempat di bincangi mengaku, kondisi kerusakan jalan yang kini sudah diambil alih provinsi itu selalu berlumpur saat musim penghujan.

“Kami warga di sini sudah capek makan janji pemerintah, dari jaman gubernur Elex Noerdin sampai gubernur Herman Deru semua menjanjikan jalan kami dibangun,” katanya, Kemarin (3/6). Namun kondisi dilapangan sangat berbeda, karena hampir setiap musim penghujan warga di wilayah ini sulit keluar masuk ke permukiman mereka.

“Kalau hujan banyak mobil terjebak lumpur, ado spot spot air meluber dari sisi jalan. Karena jalan belum seluruhnya di aspal jadi loyak,” ujarnya. Dia berharap, jalan yang digadang gadang menjadi jalur alterntif ke wilayah ibu kota Palembang itu benar benar segera di bangun.

Dengan keberadaan akses jalan yang bagus warga berharap terjadi peningkatan ekonomi khususnya di Muratara. “Jalan ini bisa nembus sampai muara lakitan dan lebih dekat dari jalan memutar ke kota lubuklinggau. Jadi sangat strategis bagi warga khususnya di Muratara,” timpalnya.

Sementara itu, PLT kepla Pu ciptakarya Muratara Amrullah, membenarkan jika status jalan itu saat ini sudah menjadi akses jalan Pemerintah Provinsi. Dan sudah menjadi tanggungjawab provisi dalam menganggarkan peningkatan dan perbaikan jalan.

“Disitu sudah dibangun sebelumnya beberapa rigit beton tapi tidak secara keseluruhan menimbang ketersediaan anggaran. Tahun ini saya dapat informasi jika ada peningkatan lagi senilai Rp16 Milyar di jalan Setia marga,” ujarnya.

Pihaknya berharap, warga bersabar karena pemerintah Provinsi saat ini sudah memfokuskan pembangunan jalan itu. “pebangunan pastinya di lakukan secara bertahap, kalau sekitar Rp16 milyar eatimasinya peningkatan sekitar tiga kilo meter. Tapi itu akan di buat spot spot juga,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya