oleh

Jalinsum Sepi, Pedagang Kehilangan Omset

MURATARA – Dua hari pasca perayaan Idul Fitri 2020, kondisi jalan lintas Sumatera (Jalinsum), Muratara sepi aktivitas. Kondisi itu berdampak langsung ke sejumlah pedagang yang mengandalkan jalur lintas Provinsi sebgi sumber penghasilan.

Atun pedagang di sekitar Jalinsum Muratara yang sempat di bincangi mengaku, dampak sepinya jalinsum menimbulkan keresahan tersendiri bagi pedagang seperti dirinya. Jika di tahun sebelumnya pasca perayaan Idul fitri, mereka bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah namun kali ini justru sebaliknya.

“Sekarang sepi sepanjang Jalan tidak ada yang melintas. Pedagang Jalinsum banyak tutup, karena tidak ada yang beli,” katanya, Selasa (26/5). Dia menuturkan, saat kondisi normal pedagang kuliner khususnya di sepanjang Jalinsum rata rata mendapat omset 1-2 juta/hari.

Berapa bulan ini mereka mengaku omsetnya menurun tajam, sehingga sulit untuk melakukan transaksi ekonomi. “Entah sampai kapan, kalau terus terusan pastinya pedagang banyak yang resah,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Muratara, Al Azhar mengungkapkan. Pihaknya bersama unsur terkait seperti Polri, TNI, Pol PP dan Dinas Kesehatan, sudah menyiagakan pos pantau di wilayah perbatasan. Seluruh pengguna jalan yang masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Muratara dilakukan pemeriksaan.

“Kalau ada pelintas dari daerah lain kita cek dulu pakai alat pengecek suhu. Kalau suhunya tidak normal di suruh putar arah,” katanya. Piahknya juga menanyakan pelintas yang hendak masuk. “Mereka sekadar lewat melintas atau singgah di Muratara. Kalau mereka singgah akan dilakukan pengawalan,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Muratara AKBP Adi Witanto melalui Kasat Lantas AKP Sadeli mengungkapkan. Kondisi jalur Jalinan Muratara saat ini cukup kondusif dan cenderung sepi aktivitas. Menurutnya, hampir seluruh wilayah di Indonesia saat ini melakukan pengetatan khususnya di wilayah perbatasan.

“Kita imbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Karena masalah Covid ini sangat riskan, kita tidak tahu siapa yang kena Covid,” ujarnya.

Dia meminta masyarakat untuk menahan diri dan membantu pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.”jangan menjadi pembawa wabah yang menukarkan ke keluarga kita sendiri. Karena virus ini tidak terlihat, jadi lebih baik lebih waspada,” ucapnya.

Pihak kepolisian menganjurkan warga Muratara khususnya mengikuti imbauan Pemerintah dan maklumat Kapolri. Seperti tidak berkumpul dalam jumlah banyak, tetap dirumah, sering mencuci tangan dan lainnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya