oleh

Jalur Puncak Bogor Ditutup Jika Volume Kendaraan Terus Meningkat

SUMEKS. CO –Polres Bogor, Polda Jawa Barat, segera menutup jalur Puncak di Pos Polisi Gadog, jika volume kendaraan menuju Puncak mengalami peningkatan lebih dari 50 persen dari kondisi normal.

”Ketika dari Gugus Tugas ini menyatakan bahwa di atas sudah melebihi kapasitas 50 persen baru kita laksanakan pemutaran arus (kendaraan),” ungkap Kepala Urusan pembinaan Operasi (KBO) Lantas Polres Bogor Iptu Ketut Laswarjana seperti dilansir dari Antara di Pos Polisi Gadog, Ciawi, Bogor, Kamis (29/10).

Pihaknya terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor yang diketuai Bupati Bogor Ade Yasin mengenai peningkatan volume kendaraan di wilayah selatan Kabupaten Bogor itu. Hingga Kamis (29/10) pagi, Ketut Laswarjana baru mencatat peningkatan sekitar 20 persen volume kendaraan, sehingga memberlakukan satu arah atau one way ke arah Puncak mulai pukul 08.00 WIB.

Dia menyebutkan, ada beberapa titik di jalur Puncak yang mengalami kepadatan kendaraan, seperti Pasir Leunca, Pasir Angin Megamendung, Pasar Cisarua, Taman Safari, dan Masjid Attaaun. ”Di titik-titik itu, Satlantas Polres Bogor sudah menambah personel gabungan, di setiap titik ada tambahan hampir 10 petugas yang melaksanakan pengaturan lalu lintas,” terang Ketut.

Ada sekitar 600 personel disiagakan khusus mengawal lalu lintas di jalur Puncak saat libur panjang Maulid Nabi mulai 28 Oktober sampai 1 November. ”Kami mengantisipasinya mulai dari melakukan rekayasa lalu lintas, karena hari ini (29/10) juga dilakukan operasi protokol kesehatan di Simpang Gadog. Selain itu ada pemeriksaan kelayakan kendaraan,” tutur Ketut.

Sementara itu, Bupati Bogor Ade Yasin menyebutkan, kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor, akan diputar balik saat libur panjang Maulid Nabi, sebagai langkah pembatasan wisatawan di tengah pandemi Covid-19.

”Tujuan ke Puncak juga harus jelas, jangan sampai tidak jelas. Insya Allah akan kita putar balik,” ucap Ade Yasin.

Menurut dia, cara tersebut terbilang efektif untuk tidak membuat kepadatan di jalur penghubung Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Cianjur. Dia berharap jumlah pengunjung di masing-masing tempat wisata dapat terkendali sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Ade Yasin mengatakan, hampir setiap libur panjang, Jalur Puncak dipadati kendaraan berpelat nomor luar Bogor, terutama pelat B (Jakarta). Dia khawatir, kedatangan para wisatawan dari luar daerah secara tak terkendali akan meningkatkan kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, yang sejauh ini statusnya masih zona oranye/jingga.

”Kebanyakan yang masuk ke Puncak itu pelat B, mungkin mereka juga ingin menghirup udara segar, tapi jangan justru menimbulkan penularan dengan cara berkerumun,” tutur Ade Yasin. (Antara)

Komentar

Berita Lainnya