oleh

Jamu Keluarga USU, SFC tak Mau Anggap Enteng

PALEMBANG – Laga babak 32 besar Piala Indonesia akan tersaji sore ini (30/1). Pada leg pertama Sriwijaya FC akan menjamu PS Keluarga USU, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ), pukul 15.00 WIB (live Jawa Pos TV).

Dalam laga pertama perebutan tiket 16 besar, Laskar Wong Kito di atas kertas lebih diunggulkan. Karena akan didukung suporter militan. Selain itu, secara kualitas pengalaman Sriwijaya FC sebagai mantan kontestan Liga 1 di atas PS Keluarga USU yang merupakan tim Liga 3.

Tetapi, bukan berarti Sriwijaya FC lantas menganggap remeh. Karena, bagi pelatih Sriwijaya FC Hartono Ruslan, semua tim punya kesempatan yang sama untuk memenangkan pertandingan.

“Setiap tim yang sudah mampu menembus hingga babak 32 besar tentu punya kualitas. Kami tetap harus hati-hati,” ungkapnya.

Jika melihat rekam jejak tim PS Keluarga USU, anak asuh Coach Yuda Hendrawan memang salah satu tim yang punya kejutan. Meskipun hanya didominasi para pemain dari mahasiswa USU. Tim ini mampu menyabet titel jawara regional kompetisi Liga 3 pada musim 2017, wilayah Sumatera Utara.

Keluarga USU juga jadi salah satu pendamping Semen Padang FC yang merupakan tim asal Sumatera Barat mampu lolos di babak 32 besar Piala Indonesia.

“Setahu saya lawan kami nanti merupakan tim yang didominasi pemain muda. Tim yang biasanya, punya spirit motivasi yang besar. Karena itu, intruksi saya pada anak-anak harus bisa main lebih tenang. Jangan sampai grasa-grusu,” jelasnya.

Wajar Hartono memberi warning kepada anak asuhnya. Mengingat, dari segi persiapan untuk menghadapi babak 32 besar Piala Indonesia, Sriwijaya FC terbilang sangat singkat. Hanya enam hari saja. Itupun lanjut Hartono, yang benar-benar optimal latihan hanya tiga kali latihan terakhir. Karena, pemain yang dipanggil rata-rata terlambat datang. Ditambah lagi, skuat yang sekarang juga hampir 90 persen mengalami perombakan. Rata-rata diisi hanya dari pemain muda, jebolan tim PON Sumsel.

Sriwijaya FC yang berencana melakukan kombinasi dengan para pemain senior, juga terhambat. Lantaran para pemain seperti Atep, Airlangga Sucipto, Eka Ramdani, Wijay, Mahyadi Panggabean, hingga Ambrizal tak jadi gabung pada pertandingan leg pertama ini. Pemain senior tercatat hanya ada TA Musafry dan Bobby Satria yang akhirnya komitmen datang bergabung bersama Sriwijaya FC. Praktis, pada pertandingan nanti menjadi pembuktian pemain muda.

“Awalnya saya gembira, ada kabar akan menambah beberapa pemain senior. Tetapi, itu tidak jadi karena ada beberapa kendala. Jadi, mau bagaimana lagi. Kita optimalkan pemain yang ada saja sekarang,” jelasnya.

Dikri Yusron Afafa kiper Sriwijaya FC, mengatakan mengenai hambatan beberapa hal yang terjadi, dirinya tidak mau berkomentar. Dia tetap optimis meskipun Sriwijaya FC hanya diisi para pemain muda namun bisa lolos ke babak 16 besar. “Kami sudah siap secara teknis dan mental. Meski di satu satu sisi kami belum tahu kekautan lawan. Tetapi insya Allah tetap bisa raih tiga poin,” jelasnya.

Sementara itu, PS Keluarga USU, Yuda Hendrawan mengatakan dalam menghadapai Sriwijaya FC di babak 32 besar timnya sendiri memang tidak melakukan persiapan khusus. “Ini akan jadi laga ujian berat buat tim kami. Kami tahu Sriwijaya FC adalah tim besar. Kami pun sebenarnya bersyukur bisa terus lolos dan bertemu Sriwijaya FC di babak 32 besar ini. Beharap, hasil nanti akan jadi bekal pengalaman yang berharga buat kami,” tuturnya.

Bertandang di Palembang, menjadi laga cukup berkesan untuk Tio Adriyan Cs. Pasalnya, tim ini harus diawali dengan perjuangan yang melelahkan. Seluruh pemain harus menjalani perjalanan darat selama dua hari dua malam untuk sampai di Palembang. “Tentu ini sedikit jadi tambahan motivasi kami. Kalau bisa maksimal, mencuri poin pada leg pertama ini,” tuturnya. (cj11/gsm/ce1)

Komentar

Berita Lainnya