oleh

Jangan Coret, tapi Tambal Kekurangan Dulu

JAKARTA – Ketua kelompok suporter Sriwijaya FC berbendera Sriwijaya Mania alias S-Man Edy Ismail urun rembug menatap kompetisi Februari nanti. Dia menyarankan manajemen dan pelatih untuk tidak mengurangi koleksi pemain. Sebaliknya, mereka memprioritaskan menutup kelemahan yang masih tampak.

Menurut Edy, kelemahan tim berjuluk Laskar Wong Kito yang masih tampak adalah minimnya seorang pembagi bola yang berpengalaman. Ya, Sriwijaya FC masih butuh seorang playmaker kawakan untuk merangkak ke pintu promosi Liga 1. Ini karena pengatur serangan yang ada saat ini masih belum menenangkan mereka.

Sementara ini Sriwijaya FC mengandalkan Hari Habrian sebagai pengatur serangan. Selain itu juga ada Dedi Irwandi dan Suandi. “Mereka masih kurang pengalaman. Untuk mengimbangi Beto (Alberto Goncalves), Sriwijaya FC butuh playmaker yang tahu dan paham karakter Beto. Pemain itu ya yang senior dan memiliki jam terbang tinggi jadi biar gak terlalu timpang,” ujarnya.

Edy kemudian menyebut beberapa nama yang bisa menjadi referensi menjadi jenderal lapangan tengah. Mulai Ahmad Bustomi, kemudian Eka Ramdhani sampai Evan Dimas Darmono. Mereka dinilai sangat pas untuk menguatkan posisi lapangan tengah.

Masih kata Edy, sektor belakang juga dinilai masih butuh penguatan. Butuh merekrut satu stoper pengalaman. Sekalipun di sana sudah ada Ambrizal yang pengalaman dan per 1 Februari tahun depan usianya genap 40 tahun.

“Ambrizal bagus berpengalaman tapi dia kini sudah mulai lamban. Butuh stoper senior yang masih enerjik. Usianya ya di bawah 35 tahun lah yang masih garang-garangnya,” tukasnya.

Manajemen Sriwijaya FC memang sangat terbuka melakukan perubahan komposisi pemain jika diperlukan. Kans itu ada karena kontrak pemain kadaluarsa akhir bulan ini. Mereka yang masih sesuai dengan skema permainan disodori perpanjangan durasi kontrak. (kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya