oleh

Jangan Merespon Quick Count Berlebihan

-Nasional-582 views

JAKARTA,, – ini imbauan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) . Pihaknya meminta masyarakat tidak merespons hasil hitung cepat (quick count) Pilpres 2019 secara berlebihan. Publik diminta tetap menerimanya secara lumrah dengan mengedepankan budaya saling menghargai.

Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas mengingatkan, usai pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019) hari ini masih ada tahapan berikutnya, yakni penghitungan suara di tempat pemungutan suara.

Setelah itu, penyelenggara pemilu dengan disaksikan oleh saksi capres-cawapres dan pengawas pemilu akan melakukan rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres berjenjang dari desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.

Menurut Robikin, rekapitulasi perolehan suara berjenjang ini membutuhkan waktu cukup lama. Hasil akhir pemungutan suara baru akan diketahui secara final usai rekapitulasi perolehan suara pasangan capres-cawapres di tingkat nasional oleh KPU pada Mei 2019.

”Kita memakluminya karena KPU melakukan penghitungan dan rekapitulasi perolehan suara secara manual, bukan elektronik yang rentan risiko di-hack (bajak),” kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (17/4/2019).

Robikin tidak mengingkari bahwa usai pemungutan suara akan ada berbagai lembaga survei yang merilis hasil exit poll dan quick count. Yang perlu dicatat, kata dia, exit polldan quick count bukan real count.

Kendati secara akademis hasil exit poll dan quick countmerupakan cerminan hasil pemilu, namun bukan merupakan hasil akhir pemilu yang secara legal dapat dijadikan dasar penetapan perolehan suara capres-cawapres.

Hasil akhir perolehan suara pilpres yang sah adalah yang ditetapkan dan diumumkan KPU pada Mei mendatang.
Untuk itu, dirinya berharap masyarakat tidak merespon hasil pilpres yang dirilis oleh berbagai lembaga survei secara berlebihan.

”Kita sambut rilis hasil exit poll, quick count bahkan real count yang dilakukan oleh berbagai lembaga survei secara lumrah layaknya masyarakat terdidik meresponnya, yakni merespon dengan mengedepankan budaya saling menghargai dan menghormati yang cukup tinggi,” ujarnya.

Robikin percaya Indonesia sudah maju dalam berdemokrasi. Karena itu tidak akan ada yang mempertaruhkan rasa kesatuan dan persatuan bangsa hanya karena merespons hasil pemilu yang dirilis lembaga survei secara emosional dan tak berbudaya.

”Masyarakat kita sudah cerdas. Pemilu akan berlangsung damai. Saya yakin itu. Siapa pun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden dalam pilpres adalah pilihan terbaik rakyat yang sekaligus harus kita yakini sebagai yang terbaik untuk bangsa dan negara Indonesia,” ucapnya.(inews/repl/ril)

Komentar

Berita Lainnya