oleh

Jangan Sampai Karhutla Jadi Kalender Tahunan

PALEMBANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel menjadi perhatian Korem 044/Gapo. Karena itu Komandan Korem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji sudah memetakan daerah di Sumsel yang rawan terjadinya karhutla.

“Sabtu (13/6) lalu kita melakukan pemantauan dari udara, daerah mana saja di Sumsel yang rawan karhutla karena banyak lahan gambutnya,” kata Jauhari Agus Suraji saat berkunjung ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumsel di Jl Supeno, Talang Semut, Palembang, Selasa (16/6).

Dia bersyukur saat ini Sumsel khususnya, curah hujan masih tinggi. Sehingga karhutla tidak terjadi dan jangan sampai menjadi kalender tahunan. Dari pemantauan udara yang dilakukan Sabtu lalu, lahan gambut di Ogan Ilir dan OKI masih banyak mengandung air. Sehingga potensi untuk terbakar sangat kecil.

“Masyarakat kita kan suka membuka lahan dengan cara praktis membakar hutan. Jadi harus dicegah dengan sosialisasi,” ujar mantan Kapendam II/Sriwijaya ini.

Dirinya sendiri, lanjut Jauhari, sudah mendapat perintah dari Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan untuk menjadi Dansatgas Pencegahan Karhutla. Dari pemantauan yang dilakukannya, sudah dipetakan dusun, desa, dan kecamatan mana yang berpotensi terjadinya karhutla.

“Kita langsung petakan wilayahnya. Termasuk Babinsa yang bertugas di kecamatan berpotensi terjadinya karhutla,” tukasnya.

Dalam mencegah karhutla di Sumsel, lanjut Jauhari, pihaknya akan melibatkan kepala dusun dan kades. Penerapan reward dan punishment akan dilakukan kepada warga.

“Kita sudah bahas dengan gubernur (Sumsel) untuk memberikan hadiah dan hukuman bagi warga dalam mengatasi karhutla,” tandasnya.

Kedatangan Danrem Jauhari Agus Suraji diterima Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar dan jajarannya. (dom)

Komentar

Berita Lainnya