oleh

Jangan Sampai Keluar Jalur

PAGARALAM – Penyusunan APBD mesti memedomani Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ini supaya penyusunannya terarah, alias tak ke luar dari jalur.

Ketua Fraksi PKS (F-PKS) DPRD Pagaralam, Abdul Fikri Yanto SThI MAg mengatakan RPJMD adalah pedoman. Ini membuat segala bentuk penyusunan ABPBD Pagaralam harus mengacu dengan dokumen tersebut. “RPJMD sebenarnya memudahkan pengambil kebijakan untuk menyusun APBD,” ujarnya saat dihubungi, Sabtu (16/1).

Pada 2021 misalnya, berdasarkan RPJMD, kata Fikri, fokus pembangunan adalah pada bidang pertanian dan pariwisata. Termasuk di dalamnya adalah pasar tradisional. Karenanya Fikri melanjutkan, penyusunan APBD pada 2021 mesti berfokus pada pertanian dan pariwisata. “Program penyambungan tanaman kopi masuk dalam bagian tersebut. Juga perbaikan infrastruktur pertanian seperti jalan usaha tani,” tuturnya.

Sejauh ini, Fikri memandang Pemkot Pagaralam sudah memedomani RPJMD dengan cukup baik. Ini tercermin dalam setiap program dan kebijakan yang telah direncanakannya pada 2021. Meski demikian, ia memastikan F-PKS akan terus mengingatkan Pemkot untuk mematuhi RPJMD. “Karena RPJMD adalah dokumen yang ditetapkan jauh sebelumnya,” ujarnya.

Anggota F-PKS DPRD Pagaralam, Nopran Edwin SPd menambahkan, pada penyusunan APBD 2021 pihaknya meminta Pemkot untuk betul-betul memperhatikan sektor kunci. Yaitu pariwisata dan pertanian.

Sektor-sektor ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) Pagaralam. Sehingga Pagaralam tak melulu tergantung dengan dana dari pusat. “Pagaralam ini memiliki banyak potensi. Maksimalkan potensi ini,” ujarnya ketika dihubungi beberapa waktu lalu.

Sementara itu Walikota Pagaralam, Alpian SH mengatakan pihaknya akan terus memperhatikan bidang pertanian. Ini karena pertanian merupakan sektor yang menguasai hajat sebagian besar warga Pagaralam. “Tahun depan satu juta bantuan penyambungan tanaman kopi akan kita berikan lagi kepada petani,” ujarnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya