oleh

Janji Ketua Jika Masuk Aliran Hakekok “Selamat di Dunia dan Kaya Raya”

SUMEKS.CO – Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi menjelaskan kronologis penangkapan 16 pengikut aliran Hakekok saat mereka melakukan ritual mandi bareng tanpa busana.

Berdasarkan pemeriksaan beberapa saksi ternyata ritual mandi bareng tanpa busana itu merupakan perintah dari Arya yang selaku pimpinan aliran sesat tersebut.

“Ini merupakan arahan dari saudara Arya sebagai Ketua Kauman aliran Balakasuta,” kata Kombes Edy dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/3/2021).

Kegiatan aliran Balakasuta yang mengadopsi ajaran Hakekok itu awalnya dilakukan di kediaman pelaku Ati atau Atikah Di mana kegiatan tersebut setiap bulannya diadakan pertemuan pada hari Minggu Wage.

“Saat memulai acara pertemuan diawali dengan membaca kidung dengan bahasa daerah atau sunda,” ujarnya.

Namun bagi orang yang hendak bergabung aliran Balakasuta tersebut maka pengikutnya diwajibkan membaca syahadat yang berbunyi ‘Sahadatan ala ila ha illah wasahadatan ala saidin muhamad ama sepuh’.

Adapun maksud syahadat Balakasuta adalah lebih menyakini Ama Sepuh dari pada Allah SWT dan Nabi Mumammad. Kemudian para warga setempat merasa tertarik dengan aliran tersebut. Apalagi Arya menyampaikan kepada warga sebagai utusan ‘Ama Sepuh:.

“Dan menyampaikan (kepada warga) dia (Arya) dapat memberikan keselamatan dunia akhirat dan menjadikan pengikutnya kaya raya,” ujarnya.

Tak hanya itu, dari pengakuan beberapa saksi ternyata aliran aliran Balakasuta melakukan aktifitas kegiatannya terhitung sejak tahun 2015, di mana aliran tersebut awalnya dibawa saudara Hambali yang merupakan warga Kecamatan Jasingan, Bogor.

Kemudian sejak tahun 2018 aliran tersebut diketuai oleh saudara Arya.

Selanjutnya atas laporan warga setempat pada hari Kamis 11 Maret 2021 sekitar Jam 10.00 WIB tim berhasil diamankan 16 orang yang statusnya hingga saat ini masih terperiksa.

“Masih terperiksa semuanya ya,” ujar Kombes Edy. (fir/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya