oleh

Januari Mulai Cetak Surat Suara

JAKARTA – Surat suara Pemilihan Umum 2019 direncanakan sudah terdistribusi pada Maret mendatang. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut saat ini sudah ada pemenang tender yang akan memproduksi surat suara. Namun Komisioner KPU Pramono Ubaid menjelaskan, hingga 7 Januari mendatang lelang masih dalam masa sanggah, dimana pihak yang kalak lelang bisa mengajukan keberatan.

“Rencananya pertengahan bulan Januari, itu proses produksi surat suara mudah2an sudah bisa dimulai. Spesifikasinga tidak berbeda dengan surat suara pemilu-pemilu sebelumnya, pilkada-pilkada sebelumnya,” ungkapnya Jumat (4/12) di Jakarta.

Untuk produksi surat suara ditarget sekitar 60 hari dan distribusi sudah sampai di tingkat kabupaten kota. “Diperkirakan jadi 60 hari, jadi sampai 15 maret itu sudah selesai produksi dan distribusi lalu masuk masa penyortiran satu hulan sebelum 17 April oleh KPU kabupatrn/kota,” lanjutnya.

Penyortiran dilakukan untuk memeriksa surat suara yang rusak saat proses produksi dan tidak akan digunakan untuk pemilu. “Penyortitan ini kan karena kadang-kadang surat suara yang dicetak itu kan ada yang rusak, ada yang warnanya buram, ada yang garisnya miring-miring. Itu biasa lah proses di mana kan begitu. itu dilakukan proses penyortiran secara ketat,” jelasnya. Setelah itu barulah didistribusikan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sementara untuk bentuk surat suara legislatif DPR kabupaten provinsi termasuk DPD dilakukan validasi di KPU provinsi. Lalu untuk DPRD kabupaten/kota dilakukan di KPU tingkatan yag sama. “DPD validasinya ada di (KPU) tingkat provinsi. DPRD provinsi di tingkat provinsi, DPRD kabupaten/kota di tingkat kabupaten/kota. Hari ini prinsipnya validasi surat suara secara serentak di semua kantor KPU, KPU provinsi, dan KPU kabupaten/kota,” ungkapnya.

Masing-masing pemilihan akan ada surat suaranya sendiri. Bisa berbeda warna agar pemilih tidak salah memasukan ke kotak suara. karena itu bisa merepotkan proses perhitungan.

Lalu untuk distribusinya diprioritaskan daerah-daerah yang kondisi geografisnya lebih berat seperti Papua Papua Barat Maluku Maluku Utara NTT kemudian Sulawesi Selatan Sulawesi Utara. “Yaitu daerah-daerah yang kita prioritaskan untuk pengiriman logistik kita nah kemudian hari hari terakhir minggu-minggu terakhir nanti kita akan untuk daerah-daerah yang secara geografis itu tidak berat jadi itu rencana kita Untuk distribusi di suatu surat suara di surat suara nanti,” ujarnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya