oleh

Jatanras Tembak Pelaku Jambret yang Sudah 40 Lebih Beraksi di Palembang

SUMEKS.CO – Aparat Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel pimpinan Kompol Junaidi SH dan AKP Erly Setiawan SH berhasil menangkap tiga pelaku jambret yang sudah 40 kali melakukan aksinya di Palembang dan sekitarnya, Selasa (10/3/2020) malam.

“Dari tiga pelaku yang kita tangkap, dua orang kita lumpuhkan karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap. Dua pelaku masih dirawat karena luka tembak di bagian kakinya,” tegas Plt Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi SIK MH didampingi Kompol Junaidi SH, saat rilis di Mapolda Sumsel, Rabu (11/3/2020) siang.

Ketiga pelaku yakni, Ahmad Febrianto alias Anto (22), warga Jl Lebung Gajah, Kelurahan Lebung Gajah, Kecamatan Sematang Borang, Rendi Pramana alias Rendi (19), warga Jl Pipa Reja, Lr Pelita Harapan, Kelurahan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning dan Mukopa Hasan alias Mukopa (18), warga Jl Pendidikan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami Palembang.

Tersangka Mufoka yang juga diamankan. saat ini masih dimintai keterangan di Mapolda Sumsel. foto : edho/sumeks.co

“Tersangka yang kita berikan tindakan tegas terukur yakni Anto dan Rendi. Dari pengakuan tersangka ini sudah 40 lebih melakukan aksinya dan ada sekitar 38 korban jambret yang sudah membuat laporan polisi,” terang Suryadi.

Laporan korban di antaranya, LP/B-53/I/2020/sumsel/res tabes/sek Sako, tanggal 27 Januari 2020, dengan korban bernama Ilyas. Lalu  LP/B-94/lll/2020/sumsel/res tabes/sek IT I, tanggal 4 Maret 2020 atas nama pelapor Marini. Dan LP/21-B/III/2020/Sumsel/Restabes/Sek Kemuning tanggal 9 maret 2020.

“Modusnya, pelaku beraksi di pagi, siang atau pada hari. Dan barang-barang hasil jambret seperti Hp dijual secara online dan uangnya digunakan untuk berfoya-foya,” kata Suryadi.

Suryadi menyebut, salah satu aksi para tersangka ini selain menarik langsung HP, mereka juga sering menodongkan senjata tajam kepada korbannya.

“Saat ini kita masih dalami aksi ketiga tersangka yang sudah kita amankan termasuk memintai keterangan korban dan sejumlah saksi. Bagi korban yang merasa pernah menjadi korban jambret mungkin bisa berkoordinasi dengan anggota kita,” tutup Suryadi.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya