oleh

Jatanras Tembak Tiga Residivis Spesialis Bongkar Mini Market, Satu DPO

SUMEKS.CO – Tiga pelaku spesialis pencurian dengan cara membongkar mini market berhasil ditangkap Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, pimpinan Kompol Sukri Arivai S.Sos, SH dan AKP Robi Sugara SH, MH, Kamis (18/3/2020) dini hari.

Tiga pelaku ini merupakan residivis dengan kasus yang sama bahkan pernah membongkar rumah kosong. Satu pelaku lagi yang merupakan komplotan ini masih dalam pengejaran polisi.

“Aksi komplotan ini diketahui pada tahun 2018 dan terakhir pada 2019 lalu. Modusnya mencongkel pintu mini market dengan gunting besi dan mematikan skring listrik,” terang PS Kasubdit Jatanras Kompol Suryadi SIK MH, didampingi Kasubbid PID Bid Humas Polda Sumsel AKBP Agus Rizal, saat merilis ketiga pelaku, Kamis (18/3/2020) sore.

blank
Unit 5 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel saat merilis tiga tersangka, di Mapolda Sumsel. foto : edho/sumeks.co

Adapun ketiga pelaku yakni Dian Dwi Yanto alias Iyan (24), Jauhari alias Ari alias Eyik (37), dan Yoki adi Putra (20), ketiganya merupakan warga Jl Talang Keramata, Kelurahan Kenten, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

“Ketiga pelaku ini kita lumpuhkan karena mencoba kabur saat akan ditangkap dari persembunyiannya masing-masing. Satu pelaku lagi berinisial AG (DPO) yang juga warga Talang Keramat saat ini masih kami kejar terus,” tegas Suryadi.

Suryadi menyebut, kawanan ini beraksi pada malam hari pada saat mini market yang berada di pinggir jalan sudah tutup. Setelah kunci rolling door berhasil dibukak dengan gunting besi, pelaku masuk dan mengambil susu kaleng, rokok dan lain sebagaiinya.

“Mini market Alfamart yang berada di Talang Keramat, pernah juga dibongkar oleh kawanan ini pada Agustus 2018 lalu. Korbannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Talang Kelapa. Dari salah satu korban ada yang mengalami kerugian sekitar Rp20 juta,” beber Suryadi.

Di hadapan polisi, tersangka Iyan mengaku saat membongkar mini market di kawasan Talang Keramat bersama Yoki dan Ari. “Yang di Alfamart, dapat rokok samo susu kaleng. Kami jual di Cinde Pak dapat duit Rp18 juta. Duit itu aku bagi rato,” kata Iyan.

Iyan menjelaskan, pintu rolling door dirusak dengan cara digunting. “CCTV langsung mati Pak karena skring sudah kami matikan duluan. Aku pernah tebuang kasus maling laptop di LP Anak tahun 2013, terus maling TV juga tebuang di LP Anak tahun 2014,” ujar Iyan meringis menahan luka tembak.

Sementara Yoki, mengaku hanya diajak oleh tersangka Iyan dan AG (DPO) untuk membongkar Alfamart di Talang Keramat. “Yang punyo ide Iyan samo AG, waktu itu aku lagi minum-minum di seberang jalan. Kalau idak melok aku diancam samo Iyan Pak. Cuma dapat duit Rp350 ribu, duitnyo aku pakai untuk nambahi beli Hp,” ungkapnya.

Yoki merupakan resedivis di LP Anak tahun 2015 karena mencuri sepeda motor milik pamannya dan pernah mencuri rumah kosong di Kayuaagung tahun 2019. “Aku tebuang dua tahun Pak, baru keluar dari penjaro bulan Januari 2020 inilah,” katanya.

Sedangkan tersangka Ari, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek ini diajak oleh tersangka Yoki dan Iyan. “Aku lagi di rumah, ditelepon samo Iyan, mintak tolong bawake barang-barang yang sudah dicuri itu Pak dan cuma dikasih duit Rp350 ribu samo Iyan,” tutupnya.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya